Pengambilan Keputusan Sebagai Pemimpin Pembelajaran
Saya awali Jurnal monolog
ini dengan mengangkat sebuah kutipan dari ~ Georg Wilhelm Friedrich Hegel ~
Education is the art of making man ethical. Pendidikan adalah sebuah seni untuk
membuat manusia menjadi berperilaku etis.
Pendidikan adalah dunia
dengan segala perbaikan yang terus tumbuh dan berposes di dalamnya. Di sini
berlangsung proses penumbuhan dan perbaikan perilaku, mengasah kepekaan emosi,
transfer pengetahuan serta eksplorasi keterampilan oleh setiap individu murid.
Untuk itu dibutuhkan pendekatan dan sentuhan seni yang edukatif dengan kadar
yang tepat dalam memaksimalkan pencapaian tujuan pembelajaran. Pendidikan
berkonstribusi sangat besar dalam pembentukan karakter, agar murid memiliki
nilai-nilai kebajikan, sikap dan kepribadian serta berperilaku etis baik
sebagai makhluk individu maupun sebagai makhluk sosial yang bermasyarakat
sebagai bagian dari proses belajar dan hasil pendidikan yang telah didapatkan.
Hal prinsip yang sangat
berperan dalam pencapaian tujuan seperti yang telah diurai di awal adalah
“Pengambilan Keputusan”. Ia Merupakan bagian dari seni yang harus dipelajari,
dikaji dan dipraktikkan sehingga sipengambil keputusan (manusia) memiliki
perilaku yang baik, berkarakter dan tetap mengedepankan etika dalam mengambil
keputusan, sangat tepat untuk
saya pelajari agar bisa beradaptasi dengan lingkungan baru tempat saya
bertugas sekarang, SD Negeri 023 Dara, yang secara budaya dan program
pengembangan sekolah sangat berbeda dari sekolah sebelummnya.
Saya beruntung menjadi
salah seorang murid Guru Penggerak dimana saya mendapatkan pengetahuan dan
pengalaman yang luar biasa dalam menghadapi medan dan tantangan berbeda. Hari ini, hampir setengah dari perjalanan Pendidikan
Guru Penggerak sudah saya jalani, banyak sekali ilmu baru yang sudah saya
pelajari, analisis dan terapkan. Membangun dan berkonstribusi dalam komunitas praktisi juga
menjadi salah satu point Plus. Saya terharu melihat teman-teman mulai focus dan berorientasi pada
murid di setiap program pembelajaran Mereka kini lebih terbuka dan bisa berkolaborasi. Amazing kan ?
Namun tidak berarti semua
berjalan baik-baik saja. Beberapa hal terjadi dan tidak sesuai eskpektasi,
bahkan menjadi sebuah masalah. Dan ini terjadi tidak sekali dua, olehnya itu
saya harus mencari solusi dengan cara tidak asal dalam mengambil keputusan.
Kadang terpikirkan oleh saya, “Bagaimana Anda nanti akan mentransfer dan
menerapkan pengetahuan yang Anda dapatkan di program guru penggerak ini di
sekolah/lingkungan asal Anda?”, Yang pasti, saya akan berkomunikasi
dengan kepala sekolah sebagai penentu kebijakan di sekolah tentang
program guru penggerak kemudian saya akan membuat program pengimbasan . Konsep
tersebut akan saya konsultasikan dengan Kepala sekolah. Saya akan berusaha
meyakinkan beliau terkait program pengimbasan tersebut yang akan
diawali dengan sosialisasi kepada semua pemangku kepentingan di sekolah. Saat Kepala
Sekolah memberikan izin, saatnya menjalankan program lewat KKG Mini dengan
menghadirkan Pengawas Sekolah, perwakilan komite, Kepala Sekolah dan kolega
guru. Disiniah saya akan menerapkan pengetahuan yang saya dapatkan selama ini.
Terus berbincang dengan diri sendiri, muncullah pertanyaan sebagai berikut ?, “Apa langkah-langkah awal yang akan Anda lakukan untuk memulai mengambil keputusan berdasarkan pemimpin pembelajaran?”, seperti awal modul, Mulai dari diri, (hehheh). Saya akan menggunakan salah satu dari 4 paradigma dilema etika, menentukan salah satu dari 3 prinsip (*Kidder, 2009, hal 144) yang seringkali membantu dalam menghadapi pilihan-pilihan tantangan yang harus dihadapi pada dunia saat ini. Selanjutnya mengikuti 9 langkah dalam mengambil dan menguji keputusan sekaligus berdiskusi dengan teman CGP lainnya ataupun teman sejawat guna mendengarkan pendapat berbeda selain dari apa yang saya pikir benar.. Dari 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan yang telah saya pelajari pada modul 3.1. setiap mengambil keputusan sebagai pemimpin pembelajaran sebaiknya melakukan serta mengenali nilai-nilai yang ada menentukan siapa yang terlibat, fakta apa yang relevan, melakukan beberapa pengujian termasuk pengujian paradigma dan melakukan tiga prinsip yang ada, berkolaborasi bersama rekan sejawat mulai dari perencanaan program, pelaksanaan, hingga proses evaluasi , dan hal ini juga yang akan saya terapkan di komunitas praktisi sekolah. Bukankah muatan ini sangat “cool” dibawakan di KKG, hhhehehh.
Sisi penasaran dalam diri
saya terus mengejar, “Mulai kapan Anda akan menerapkan langkah-langkah
tersebut, hari ini, besok, minggu depan, hari apa?”, Rencananya program
pengimbasan melalui KKG Mini di sekolah, Insya Allah akan dilakukan pada
Hari Senin, 5 April 2021. Ada 2 kelompok yang terdiri dari
Guru Kelas Awal (1,2 dan 3), serta Kelas lanjutan (4, 5 dan 6),
dengan masing-masing 1 kasus yang akan dianalisis sesuai petunjuk modul.
“Siapa yang akan menjadi
pendamping Anda, dalam menjalankan pengambilan keputusan sebagai pemimpin
pembelajaran? Seseorang yang akan menjadi teman diskusi Anda untuk menentukan
apakah langkah-langkah yang Anda ambil telah tepat dan efektif”, Alhamdulillah, sejak
awal Kepala Sekolah sangat merespon semua kegiatan terkait Guru Penggerak dan
beliau secara langsung menyatakan kesiapan untuk mendampingi saya dalam
menerapkan Pengambilan Keputusan, saya juga akan melibatkan
komunitas praktisi untuk refleksi, melihat efektivitas keputusan
yang saya ambil .
Hal paling menarik yang
rasakan adalah suguhan-suguhan LMS yang kian menantang dan mendebarkan,
Sungguh, dan saya menikmatinya ! Selalu ada hal baru yang membuat saya merasa
lebih berisi dari LMS ke LMS hehehhehe. Sumpah!
Hmm,setelah ini apa lagi
ya?
Love You, PGP. Titik !
Masyaallah
BalasHapusTerimakasih.
HapusKeren tulisannya kak
BalasHapusTerimaksih sayang
HapusSubhanallah. Semangat dan sukses Bu.
BalasHapusTerimakasih Bu Kepsek sayang
HapusIzin saya jadikan referensi, Kak.
BalasHapusSilakan adik bungsu sayang
HapusWaooooooo. Amazing bu guru. Sangat menginspirasi.
BalasHapusHhhhe, Alhamdulillah, Terimakasih Pak Guru
Hapus