Pengambilan Keputusan Sebagai Pemimpin
Pertanyaan pemantik untuk sesi pembelajaran ini:
Menurut Anda, apakah maksud dari kutipan ini jika dihubungkan dengan proses
pembelajaran yang telah Anda alami di modul ini? Jelaskan pendapat Anda.
Education is the art
of making man ethical.
Pendidikan adalah sebuah
seni untuk membuat manusia menjadi berperilaku etis.
~ Georg Wilhelm Friedrich Hegel ~
Pendapat saya tentang
kutipan “Pendidikan adalah sebuah seni untuk membuat manusia menjadi
berperilaku etis;”
Pendidikan adalah dunia
dengan segala perbaikan yang terus tumbuh dan berposes di dalamnya. Di sini
berlangsung Proses kegiatan belajar mengajar, kegiatan pembimbingan yang mengarahkan focus dan konsentrasi murid, tehnik dalam mentransfer
ilmu pengetahuan serta kemampuan melatih kepekaan, emosi dan keterampilan peserta
didik sebagai manusia pembelajar dengan keunikan dan potensinya masing-masing.
Dibutuhkan pendekatan dan sentuhan
seni yang edukatif dengan kadar yang tepat dalam memaksimalkan pencapaian
tujuan akhir disetiap proses pembelajaran.
Pendidikan berkonstribusi
sangat besar dalam pembentukan karakter, agar murid memiliki nilai-nilai
kebajikan, sikap dan kepribadian serta berperilaku etis baik sebagai makhluk
individu mapun sebagai makhluk sosial yang bermasyarakat sebagai bagian dari
proses belajar dan hasil pendidikan yang telah didapatkan.
Dalam situasi pengambilan
keputusan, guru sebagai pemimpin pembelajaran perlu memiliki kemampuan berpikir
sebelum mengambil keputusan, sehingga berdampak kepada hasil akhir dari
keputusan tersebut yang dilandasi pengambilan keputusan berdasarkan nilai-nilai
dan prinsip-prinsip dalam kehidupan manusia yang dapat dipertanggung jawabkan serta tidak melanggar hukum, norma ataupun
menyakiti secara moral.
Pengambilan keputusan adalah bagian dari seni yang harus dipelajari, dikaji dan dipraktikkan sehingga si pengambil keputusan atau manusia memiliki perilaku yang baik, berkarakter dan tetap megedepankan etika dalam mengambil keputusan..
Pertanyaan-pertanyaan berikut merupakan
panduan yang digunakan dalam sesi refleksi.
Dari tujuh pertanyaan yang ada, pilihlah minimal empat
pertanyaan sebagai bahan refleksi Anda.
Ask :
- Bagaimana/sejauh mana pemahaman Anda tentang konsep-konsep yang telah Anda pelajari di modul ini, yaitu: dilema etika dan bujukan moral, 4 paradigma pengambilan keputusan, 3 prinsip pengambilan keputusan, dan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan. Adakah hal-hal yang menurut Anda di luar dugaan?
Ans :
Pemahaman saya tentang konsep-konsep
yang sudah dipelajari di modul ini kurang- lebih sama dengan petualangan baru,
menarik dan menantang ! Modul keren ini mengantar saya berdiskusi dengan
pikiran sekaligus jiwa saya sendiri,tentang pengamatan dalam kemasan pembelajaran,
tentang perasaan dan kenyataan, tentang kebenaran dan pembenaran, dan tentang
bagaimana menganalisis sebuah kasus dan menghasilkan keputusan yang paling bisa
dipertanggungjawabkan secara yuridis, secara norma ataupun secara moral.
Sangat menarik bagi saya mendapatkan beragam
hal baru tentang pengetahuan, pemahaman, keterampilan kesadaran dan pengalaman yang
mampu mengarahkan focus, melatih berpikir secara konstruktif , namun tetap
asyik ! Hal-hal baru diawali dengan mengenali perbedaan dilemma etika dan
bujukan moral.
Dilemma etika dimaknai sebagai
situasi yang terjadi ketika sesorang harus memilih antara dua pilihan dimana
kedua pilihan secara moral benar tetapi bertentangan dalam hal ini dilemma
etika itu (benar lawan benar), sedangkan bujukan moral yaitu situasi yang
terjadi ketika seseorang harus membuat keputusan antara benar atau salah dalam
hal ini bujukan moral itu (benar melawan salah). Pemahaman selanjutnya tentang
4 paradigma dalam pengambilan putusan dimana ada nilai-nilai kebijakan yang
mendasari dari setiap dilema etika yang dihadapi, ada nilai-nilai yang
bertentangan dengan hati nurani dengan keputusan yang akan diambil. Keempat
paradigm tersebut yaitu, individu melawan masyarakat, rasa keadilan lawan rasa kasihan, kebenaran lawan kesetiaan
dan jangka pendek lawan jangka panjang. Pemahaman saya selanjutnya tentang 3
prinsip dalam pengambilan keputusan, seorang pemimipin pembelajaran sebelum
mengambil keputusan harus memperhatikan ke 3 prinsip tersebut karena kita harus
berpikir tentang dampak dan pengaruh dari keputusan tersebut, ke 3 prinsip
tersebut yaitu, berpikir berbasis hasil akhir, berpikir berbasis peraturan dan
berpikir berbasis rasa peduli, apabila ke 3 prinsip ini dijadikan referensi
oleh pemimpin pembelajaran sebelum pengambilan keputusan maka saya yakin
keputusan yang diambil sudah tepat dan sudah sesuai. Selanjutnya pemahaman saya
tentang 9 langkah pengambilan dan pengujian
keputusan, hal ini sangat luarbiasa, setelah menerapkan 4 paradigma
dalam pengambilan keputusan, selanjutnya menerapkan 3 prinsip dalam pengambilan
keputusan, maka yang tidak kalah penting yaitu keputusan yang telah diambil
perlu dilakukan pengujian apakah betul-betul layak atau sesuai atau malah
sebaliknya tidak sesuai atau kurang tepat dalam pengambilan keputusan tersebut.
Ada banyak hal tak terduga yang
ternyata menjadi bagian tak terencana dalam pengambilan keputusan, banyak hal-hal yang harus diperhatikan, bukan sekedar
sebuah pengambilan keputusan yang instan atau tiba masa tiba akal, melalui
pembelajaran di modul ini saya sangat terbantu dan dalam menganalisi kasus
dilema etika dan modul ini sangat bermanfaat bagi seorang guru dalam
pengambilan keputusan sebagai pemimpin
pembelajaran.
- Tuliskan pengalaman Anda dalam
menggunakan ketiga materi tersebut dalam proses Anda mengambil keputusan
dalam situasi dilema etika yang Anda hadapi selama ini. Anda dapat
juga menulis tentang sebuah situasi dilema etika yang dihadapi oleh orang
lain serta keputusan yang diambil. Berilah ulasan berdasarkan 3 materi
yang telah Anda pelajari di modul ini.
Ada beberapa kasus dilema
etika yang saya alami belakangan ini, salah satunya adalah peristiwa yang terjadi
pada hari Jumat kemarin. Sebagai salah seorang murid Pendididikan Guru
Penggerak yang harus mengikuti semua proses pembelajaran sesuai jadwal, saya
menerima surat tugas untuk mengikuti kegiatan Workshop Produksi Video
Pembelajaran selama 2 hari di LPMP SulBar Kabupaten Majene yang jaraknya
memakan waktu sekitar 2 sampai 3 jam perjalanan dari kota Polewali tempat
tinggal saya. Diwaktu yang sama kami CGP ada kelas virtual hingga menjelang
magrib. Saya betul-betul dilemma, apakah
saya akan berangkat ke Lpmp mengikuti kegiatan Workshop dengan meninggalkan
kelas Virtual CGP atau tidak. Dilain sisi, Pemateri Workshop adalah Mas Deni,
Terbaik 1 Nasional Duta Rumah Belajar pada tahun 2019 dan selalu menjadi Juri
untuk lomba video Nasional. Kapan lagi bisa dapat ilmunya? Tugas-tugas LMS juga
banyak yang meminta produk dalam bentuk video.
Apa yang harus saya
lakukan ?
Setelah
menimbang-nimbang sekian lama, saya kemudian memutuskan untuk menghubungi
panitia dan menyatakan kesiapan saya untuk ikut.
Kasus
tersebut di atas termasuk “Jangka
pendek lawan jangka panjang” (short term vs long term). Kadang perlu untuk memilih antara yang
kelihatannya terbaik untuk saat ini dan yang terbaik untuk masa yang akan
datang. Ini berkaitan dengan kemampuan menggunakan IT , ini adalah salah satu issue
dunia yang mengglobal dan sangat dibutukan sebagai peningkatan kompetensi yang
bisa menjadi Skill penguat yang akan maksimalkan kompetensi yang sudah ada
sebelumnya.
Prinsip Dilema Etika yang saya gunakan adalah erpikir Berbasis Hasil Akhir (Ends-Based Thinking)
Dengan mengikuti workshop produk video pembelajaran saya beratih memperdalam
tehnik-tehnik yang saya gunakan selama
ini dan keterampilan tersebut sangat dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas-tugas
LMS saya di PGP pada khususnya dan menjadi
keterampilan yang bisa saya
manfaatkan sepanjang karier saya sebagai guru sebagai salah satu peningkatan
kualitas dan professional saya sebagai pemimpin pembelajaran.
Selanjutnya
saya mencoba menganailsis kasus
tersebut dengan mengikuti 9 langkah
pengambilan dan pengujian keputusan, dan tibalah saatnya mengambil
keputusan, saya memutuskan untuk menghubungi
panitia dan menyatakan kesiapan saya untuk ikut ,
namun kepada panitia saya samapaikan permohonan
Maaf saya, karena harus mengikuti kegatan vicon sebelumnya, sehinnga terlambat
tiba di tempat kegiatan. Bahkan untuk hari Minggunyapun saya minta diberi ijin
keluar ruangan worshop untuk kembali mengikuti vicon PGP selama kurang lebih 2
jam.
Alhamdulillah, panitia
mengijinkan.
- Sebelum mempelajari modul ini, pernahkah
Anda menerapkan pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran dalam
situasi moral dilema? Kalau pernah, apa bedanya dengan apa yang Anda
pelajari di modul ini?
Ya, sebelumnya saya penah menerapkan
pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran dalam situasi dilema etika,
yang berbeda adalah, tehnik pengambilan keputusan yang saya lakukan sebelumnya
hanya berdasar pada pertimbangan tentang benar /salah secara hukum atau
berdasar rasa kasihan, sementara pada modul ini saya diarahkan dengan sangat
baik untuk melakukan 9 langkah pengambilan dan pengujian
keputusan sebelum mengambil keputusan, yang dilanjutkan dengan
Refleksi agar saya bisa melihat seberapa efektif keputusan yang saya ambil
berdampak pada kasus.
Point pentingya adalah Modul ini mengajari
dan mengarahkan saya dalam pengambilan keputusan berdasarkan 4 paradigma, 3
prinsip dan 9 langkah pengujian keputusan dengan sangat jelas dan runtut
sehingga terasa mudah untuk dipraktikkan.
- Bagaimana dampak mempelajari
materi ini buat Anda, perubahan apa yang terjadi pada cara Anda
dalam mengambil keputusan sebelum dan sesudah mengikuti pembelajaran modul
ini?
Dampak yang saya rasakan setelah
mempelajari materi dimodul ini adalh perubahan pola pikir dan cara saya dalam
menerapkan pengambilan keputusan, sebelumnya saya hanya mengambil keputusan
sesuai dengan aturan atau mengikuti norma yang berkaku, atau mengikuti perasaan
dan emosi saya, malah terkadang saya “situasional” namun setelah mengikuti
pembelajaran dimodul ini, dengan sendirinya mindset saya berubah, saya sebagai
pemimpin pembelajaran merasa lebih bisa menghasilkan keputusan-keputusan yang berorientasi
pada murid sehingga keputusan –keputusan tersebut mampu membantu mengoptimalkan
potensi
mereka.
- Seberapa penting mempelajari topik
modul ini bagi Anda sebagai seorang individu dan Anda sebagai seorang
pemimpin pembelajaran?
Sebagai seorang individu,
mempelajari modul ini adalah salah satu cara meningkatkan kepribadian sebagai
pribadi dan melatih diri menjadi seseorang yang bijak (wise) juga visioner sejkaligus cerdas secara emosional dalam
mengambil keputusan untuk diri dan hidupnya sendiri.
Di sisi lain Modul ini sangat
penting dipelajari oleh guru sebagai seorang pemimpin pembelajaran, bukan
sekedar sebagai tuntutan profesionalisme tetapi agar saya bisa mengambil
keputusan yang dampaknya membantu melejitkan potensi murid di sekolah lewat
pengambilan keputusan yang bertanggungjawab.
6. Apa yang Anda bisa lakukan untuk membuat dampak/perbedaan
di lingkungan Anda setelah Anda mempelajari modul ini?
Yang bisa lakukan untuk membuat dampak/perbedaan di lingkungan
setelah Anda mempelajari modul ini adalah:
- mensosialisasikan
konsep-konsep di modul ini kepada Kepala sekolah, pengawas, dan teman sejawat
di sekolah dan di KKG.
- Giat
belajar dan berlatih untuk menerapkan materi yang ada dimodul ini, terutama
dalam pengujian keputusan dengan menggunakan 9 langkah pengambilan keputusan dengan melibatkan pemangku
kepentingan di sekoah.
- Melakukan evaluasi dan refleksi terhadap
pengambilan keputusan yang sudah saya lakukan.
- Selain konsep-konsep tersebut,
adakah hal-hal lain yang menurut Anda penting untuk dipelajari dalam
proses pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran?
Selain
konsep-konsep yang dipelajari di modul ini, hal-hal lain yang penting menurut
saya untuk dipelajari dalam proses pengambilan keputusan sebagai pemimpin
pembelajaran adalah:
-
,
kepentingan
-
.
yang telah diambil ?
- Bagaimana hubungan antara nilai-nilai dan budaya sekolah dalam pengambilan
keputusan di dalam situasi dilema etika?
- Selain kesembilan langkah pengambilan dan pengujian keputusan tersebut, apa lagi yang sebaiknya dilakukan oleh pemimpin pembelajaran dalam memastikan keputusannya adalah keputusan yang tepat?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar