Senin, 05 April 2021

3.1.a.6 Refleksi Terbimbing-

 

Pengambilan Keputusan Sebagai Pemimpin Pembelajaran


Pertanyaan pemantik untuk sesi pembelajaran ini:

Menurut Anda, apakah maksud dari kutipan ini jika dihubungkan dengan proses pembelajaran yang telah Anda alami di modul ini? Jelaskan pendapat Anda.

Education is the art of making man ethical.
Pendidikan adalah sebuah seni untuk membuat manusia menjadi berperilaku etis.
~ Georg Wilhelm Friedrich Hegel ~

Pendapat saya tentang kutipan “Pendidikan adalah sebuah seni untuk membuat manusia menjadi berperilaku etis;”

Pendidikan adalah dunia dengan segala perbaikan yang terus tumbuh dan berposes di dalamnya. Di sini berlangsung Proses kegiatan belajar mengajar, kegiatan pembimbingan yang mengarahkan  focus dan konsentrasi murid, tehnik dalam mentransfer ilmu pengetahuan serta kemampuan melatih kepekaan, emosi dan keterampilan peserta didik sebagai manusia pembelajar dengan keunikan dan potensinya masing-masing.

Dibutuhkan pendekatan dan sentuhan seni yang edukatif dengan kadar yang tepat dalam memaksimalkan pencapaian tujuan akhir disetiap proses pembelajaran.

Pendidikan berkonstribusi sangat besar dalam pembentukan karakter, agar murid memiliki nilai-nilai kebajikan, sikap dan kepribadian serta berperilaku etis baik sebagai makhluk individu mapun sebagai makhluk sosial yang bermasyarakat sebagai bagian dari proses belajar dan hasil pendidikan yang telah didapatkan.

Dalam situasi pengambilan keputusan, guru sebagai pemimpin pembelajaran perlu memiliki kemampuan berpikir sebelum mengambil keputusan, sehingga berdampak kepada hasil akhir dari keputusan tersebut yang dilandasi  pengambilan keputusan berdasarkan nilai-nilai dan prinsip-prinsip dalam kehidupan manusia yang dapat dipertanggung jawabkan serta  tidak melanggar hukum, norma ataupun menyakiti secara moral.

Pengambilan keputusan adalah bagian dari seni yang harus dipelajari, dikaji dan dipraktikkan sehingga si pengambil keputusan atau manusia memiliki perilaku yang baik, berkarakter dan tetap megedepankan etika dalam mengambil keputusan..

Pertanyaan-pertanyaan berikut merupakan panduan yang digunakan dalam sesi refleksi. 

Dari tujuh pertanyaan yang ada, pilihlah minimal empat pertanyaan sebagai bahan refleksi Anda.

Ask :

  1. Bagaimana/sejauh mana pemahaman Anda tentang konsep-konsep yang telah Anda pelajari di modul ini, yaitu: dilema etika dan bujukan moral, 4 paradigma pengambilan keputusan, 3 prinsip pengambilan keputusan, dan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan. Adakah hal-hal yang menurut Anda di luar dugaan?

Ans :

Pemahaman saya tentang konsep-konsep yang sudah dipelajari di modul ini kurang- lebih sama dengan petualangan baru, menarik dan menantang ! Modul keren ini mengantar saya berdiskusi dengan pikiran sekaligus jiwa saya sendiri,tentang pengamatan dalam kemasan pembelajaran, tentang perasaan dan kenyataan, tentang kebenaran dan pembenaran, dan tentang bagaimana menganalisis sebuah kasus dan menghasilkan keputusan yang paling bisa dipertanggungjawabkan secara yuridis, secara norma ataupun secara moral.

Sangat menarik bagi saya mendapatkan beragam hal baru tentang pengetahuan, pemahaman, keterampilan kesadaran dan pengalaman yang mampu mengarahkan focus, melatih berpikir secara konstruktif , namun tetap asyik ! Hal-hal baru diawali dengan mengenali perbedaan dilemma etika dan bujukan moral.

Dilemma etika dimaknai sebagai situasi yang terjadi ketika sesorang harus memilih antara dua pilihan dimana kedua pilihan secara moral benar tetapi bertentangan dalam hal ini dilemma etika itu (benar lawan benar), sedangkan bujukan moral yaitu situasi yang terjadi ketika seseorang harus membuat keputusan antara benar atau salah dalam hal ini bujukan moral itu (benar melawan salah). Pemahaman selanjutnya tentang 4 paradigma dalam pengambilan putusan dimana ada nilai-nilai kebijakan yang mendasari dari setiap dilema etika yang dihadapi, ada nilai-nilai yang bertentangan dengan hati nurani dengan keputusan yang akan diambil. Keempat paradigm tersebut yaitu, individu melawan masyarakat, rasa keadilan  lawan rasa kasihan, kebenaran lawan kesetiaan dan jangka pendek lawan jangka panjang. Pemahaman saya selanjutnya tentang 3 prinsip dalam pengambilan keputusan, seorang pemimipin pembelajaran sebelum mengambil keputusan harus memperhatikan ke 3 prinsip tersebut karena kita harus berpikir tentang dampak dan pengaruh dari keputusan tersebut, ke 3 prinsip tersebut yaitu, berpikir berbasis hasil akhir, berpikir berbasis peraturan dan berpikir berbasis rasa peduli, apabila ke 3 prinsip ini dijadikan referensi oleh pemimpin pembelajaran sebelum pengambilan keputusan maka saya yakin keputusan yang diambil sudah tepat dan sudah sesuai. Selanjutnya pemahaman saya tentang 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan, hal ini sangat luarbiasa, setelah menerapkan 4 paradigma dalam pengambilan keputusan, selanjutnya menerapkan 3 prinsip dalam pengambilan keputusan, maka yang tidak kalah penting yaitu keputusan yang telah diambil perlu dilakukan pengujian apakah betul-betul layak atau sesuai atau malah sebaliknya tidak sesuai atau kurang tepat dalam pengambilan keputusan tersebut.

Ada banyak hal tak terduga yang ternyata menjadi bagian tak terencana dalam pengambilan keputusan,  banyak hal-hal yang harus diperhatikan, bukan sekedar sebuah pengambilan keputusan yang instan atau tiba masa tiba akal, melalui pembelajaran di modul ini saya sangat terbantu dan dalam menganalisi kasus dilema etika dan modul ini sangat bermanfaat bagi seorang guru dalam pengambilan keputusan sebagai  pemimpin pembelajaran.

  1. Tuliskan pengalaman Anda dalam menggunakan ketiga materi tersebut dalam proses Anda mengambil keputusan dalam situasi dilema etika yang Anda hadapi selama ini.  Anda dapat juga menulis tentang sebuah situasi dilema etika yang dihadapi oleh orang lain serta keputusan yang diambil. Berilah ulasan berdasarkan 3 materi yang telah Anda pelajari di modul ini.

Ada beberapa kasus dilema etika yang saya alami belakangan ini, salah satunya adalah peristiwa yang terjadi pada hari Jumat kemarin. Sebagai salah seorang murid Pendididikan Guru Penggerak yang harus mengikuti semua proses pembelajaran sesuai jadwal, saya menerima surat tugas untuk mengikuti kegiatan Workshop Produksi Video Pembelajaran selama 2 hari di LPMP SulBar Kabupaten Majene yang jaraknya memakan waktu sekitar 2 sampai 3 jam perjalanan dari kota Polewali tempat tinggal saya. Diwaktu yang sama kami CGP ada kelas virtual hingga menjelang magrib. Saya betul-betul dilemma,  apakah saya akan berangkat ke Lpmp mengikuti kegiatan Workshop dengan meninggalkan kelas Virtual CGP atau tidak. Dilain sisi, Pemateri Workshop adalah Mas Deni, Terbaik 1 Nasional Duta Rumah Belajar pada tahun 2019 dan selalu menjadi Juri untuk lomba video Nasional. Kapan lagi bisa dapat ilmunya? Tugas-tugas LMS juga banyak yang meminta produk dalam bentuk video.

Apa yang harus saya lakukan ?

Setelah menimbang-nimbang sekian lama, saya kemudian memutuskan untuk menghubungi panitia dan menyatakan kesiapan saya untuk ikut.

Kasus tersebut di atas termasukJangka pendek lawan jangka panjang” (short term vs long term).  Kadang perlu untuk memilih antara yang kelihatannya terbaik untuk saat ini dan yang terbaik untuk masa yang akan datang. Ini berkaitan dengan kemampuan menggunakan IT , ini adalah salah satu issue dunia yang mengglobal dan sangat dibutukan sebagai peningkatan kompetensi yang bisa menjadi Skill penguat yang akan maksimalkan kompetensi yang sudah ada sebelumnya.

 

Prinsip Dilema Etika yang saya gunakan adalah erpikir Berbasis Hasil Akhir (Ends-Based Thinking)

Dengan mengikuti workshop produk video pembelajaran saya beratih memperdalam tehnik-tehnik yang  saya gunakan selama ini dan keterampilan tersebut sangat dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas-tugas LMS saya di PGP pada khususnya dan menjadi  keterampilan yang  bisa saya manfaatkan sepanjang karier saya sebagai guru sebagai salah satu peningkatan kualitas dan professional saya sebagai pemimpin pembelajaran.

 

Selanjutnya saya mencoba menganailsis kasus tersebut dengan mengikuti 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan, dan tibalah saatnya mengambil keputusan, saya memutuskan untuk menghubungi panitia dan menyatakan kesiapan saya untuk ikut , namun kepada panitia saya samapaikan permohonan Maaf saya, karena harus mengikuti kegatan vicon sebelumnya, sehinnga terlambat tiba di tempat kegiatan. Bahkan untuk hari Minggunyapun saya minta diberi ijin keluar ruangan worshop untuk kembali mengikuti vicon PGP selama kurang lebih 2 jam.

Alhamdulillah, panitia mengijinkan.

  1. Sebelum mempelajari modul ini, pernahkah Anda menerapkan pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran dalam situasi moral dilema? Kalau pernah, apa bedanya dengan apa yang Anda pelajari di modul ini?

Ya, sebelumnya saya penah menerapkan pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran dalam situasi dilema etika, yang berbeda adalah, tehnik pengambilan keputusan yang saya lakukan sebelumnya hanya berdasar pada pertimbangan tentang benar /salah secara hukum atau berdasar rasa kasihan, sementara pada modul ini saya diarahkan dengan sangat baik untuk melakukan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan sebelum mengambil keputusan, yang dilanjutkan dengan Refleksi agar saya bisa melihat seberapa efektif keputusan yang saya ambil berdampak pada kasus.

Point pentingya adalah Modul ini mengajari dan mengarahkan saya dalam pengambilan keputusan berdasarkan 4 paradigma, 3 prinsip dan 9 langkah pengujian keputusan dengan sangat jelas dan runtut sehingga terasa mudah untuk dipraktikkan.

  1. Bagaimana dampak mempelajari materi ini buat Anda, perubahan  apa yang terjadi pada cara Anda dalam mengambil keputusan sebelum dan sesudah mengikuti pembelajaran modul ini?

Dampak yang saya rasakan setelah mempelajari materi dimodul ini adalh  perubahan pola pikir dan cara saya dalam menerapkan pengambilan keputusan, sebelumnya saya hanya mengambil keputusan sesuai dengan aturan atau mengikuti norma yang berkaku, atau mengikuti perasaan dan emosi saya, malah terkadang saya “situasional” namun setelah mengikuti pembelajaran dimodul ini, dengan sendirinya mindset saya berubah, saya sebagai pemimpin pembelajaran merasa lebih bisa menghasilkan keputusan-keputusan yang berorientasi pada murid sehingga keputusan –keputusan tersebut mampu membantu mengoptimalkan potensi  mereka.

  1. Seberapa penting mempelajari topik modul ini bagi Anda sebagai seorang individu dan Anda sebagai seorang pemimpin pembelajaran?

Sebagai seorang individu, mempelajari modul ini adalah salah satu cara meningkatkan kepribadian sebagai pribadi dan melatih diri menjadi seseorang yang bijak (wise) juga visioner  sejkaligus cerdas secara emosional dalam mengambil keputusan untuk diri dan hidupnya sendiri.

Di sisi lain Modul ini sangat penting dipelajari oleh guru sebagai seorang pemimpin pembelajaran, bukan sekedar sebagai tuntutan profesionalisme tetapi agar saya bisa mengambil keputusan yang dampaknya membantu melejitkan potensi murid di sekolah lewat pengambilan keputusan yang bertanggungjawab.

 

6.    Apa yang Anda bisa lakukan untuk membuat dampak/perbedaan di lingkungan Anda setelah Anda mempelajari modul ini?

Yang bisa lakukan untuk membuat dampak/perbedaan di lingkungan setelah Anda mempelajari modul ini adalah:

-       mensosialisasikan konsep-konsep di modul ini kepada Kepala sekolah, pengawas, dan teman sejawat di sekolah dan di KKG.

-       Giat belajar dan berlatih untuk menerapkan materi yang ada dimodul ini, terutama dalam pengujian keputusan dengan menggunakan 9 langkah pengambilan keputusan dengan melibatkan pemangku kepentingan di sekoah.

-       Melakukan evaluasi dan refleksi terhadap pengambilan keputusan yang sudah saya lakukan.

  1. Selain konsep-konsep tersebut, adakah hal-hal lain yang menurut Anda penting untuk dipelajari dalam proses pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran?

Selain konsep-konsep yang dipelajari di modul ini, hal-hal lain yang penting menurut saya untuk dipelajari dalam proses pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran adalah:

-     ,Strategi  menghindari adanya isu kode etik kepemimpinan sekolah dan konflik 

     kepentingan

-     .Bagaimana cara menganalisis efektifitas sebuah proses pengambilan keputusan  

     yang telah diambil ?

-      Bagaimana hubungan antara nilai-nilai dan budaya sekolah dalam pengambilan 

     keputusan di dalam  situasi dilema etika?

-    Selain kesembilan langkah pengambilan dan pengujian keputusan tersebut, apa lagi yang sebaiknya dilakukan oleh pemimpin pembelajaran dalam memastikan keputusannya adalah keputusan yang tepat?

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar