Selasa, 29 Juni 2021

Aksi Nyata Modul 3.1.a.10. Aksi Nyata (Artikel Refleksi)

 

Pengelolaan Program yang Berdampak pada Murid

Program Serentak Budaya Literasi, (GESER BULI)

di SD Negeri 023 Dara

youtube; https://youtu.be/rHR_sNBBoO8

Menerapkan empat komponen dalam kerangka 4P (4F) pada praktik Pengelolaan Program yang Berdamapak pada Murid

1. Komponen Peristiwa (Fact)

a.    Latar Belakang tentang situasi yang dihadapi

Literasi seringkali dihubungkan dengan Peradaban suatu bangsa. Dengan kemampuan literasi yang baik maka ilmu pengetahuan dan teknologi akan dikuasai dengan baik pula. Kesadaran berliterasi setiap individu tidak hanya berdampak pada dirinya sendiri tetapi juga pada peradaban bangsa. Bahwasanya, “literasi”  adalah Dasar ilmu pengetahuan dan teknologi itu “Benar”. Olehnya itu, penting menanamkan kebiasaan-kebiasaan terkait literasi kepada peserta didik sedini mungkin agar mereka terbiasa dan bisa memahami lebih awal pentingnya aktif berliterasi.

 

Berdasarkan PISA (2018), indeks baca anak Indonesia peringkat 60 dari 61 negara. Data tersebut menggambarkan kemampuan literasi anak Indonesia yang memprihatinkan. Gambaran tentang Indeks baca anak Indonesia juga menjadi gambaran Indeks baca murid-murid saya di SD Negeri 023 Dara.  Dari 192 anak yang tercatat sebagai murid, sangat jarang yang berkunjung ke perpustakaan untuk membaca atau meminjam buku. Kesimpulan yang bisa saya tuliskan sebagai hasil pengamatan selama ini, minat baca murid dan tendik kurang,  sumber daya sekolah tidak dikelola secara efektif untuk melaksanakan program sekolah yang berdampak pada murid, hal ini terlihat dari banyak buku-buku di perpustakaan yang tidak tersentuh, dan Peran Guru Penggerak sebagai pemimpin yang dapat menggerakkan komunitas dan lingkungan sekolah serta masyarakat

 

Saya memprediksi Program GESER BULI akan membawa pengaruh terhadap perubahan  perilaku membaca dari murid dan tendik jika dilaksanakan secara berkesiambungan.

Yang membuat saya terkesan, saat pertama menata ruang dan wahana baca, murid-murid memperlihatkan rasa ingin tahu yang tinggi, terlebih saat dilibatkan untuk memilih bacaan dan memilih spot membaca. Lumayan mengejutkan saat mereka mulai menyebutkan tempat-tempat menyimpan buku bacaan agar dimanapun bisa terjangkau oleh mereka, seperti digantung didahan pohon,bahkan di kantin, Waow ! mereka kegirangan. Mereka juga seang  karena diperbolehkan membawa pulang buku cerita sampai 3 buku dalam seminggu.

Moment kritis terjadi saat beberapa murid sudah menyelesaikan bacaan sampai 3 buah buku namun tidak bisa menuliskan 1 pun sinopsis dari cerita yang dibacanya. Sebagian lagi ada yang hanya menulis 2 sampai 4 paragraf untuk  1 buah buku !

Yang terjadi selanjutnya, wali kelas memberikan bimbingan tentang tulisan sederhana dengan menggunakan alur “adik simba” ( apa?, di mana?, kapan?, Siapa ?, mengapa? dan bagaimana?) terhadap murid-murid tersebut meski sebelumnya wali kelas sudah memberikan arahan menulis namun belum memberikan alur sebagai rujukan.

 

Hal yang paling memengaruhi sikap dan perilaku saya adalah antusias murid-murid pada saat mengikuti Program, meski ada juga yang terkesan tidak peduli dengan perubahan di sekelilingnya. Selain itu, kolaborasi yang terbangun antara teman sejawat juga membuat saya kian bersemangat dan yakin program ini tepat sasaran. 

Saya berharap Program “Geser Buli” bisa dilaksanakan secara berkesinambungan dan di dorong menjadi salah satu budaya sekolah.

 

b.    Yang dilakukan pada Aksi Nyata dan Alasan mengapa melakukan aksi tersebut.

Ø  Yang dilakukan pada Aksi Nyata

a.    Kegiatan ini dipimpin oleh masing-masing ketua kelas bergiliran dengan murid-murid sesuai urutan nama yang tertera pada daftar hadir dengan penanggung jawab wali kelas / guru mata pelajaran yang mengajar pada jam pertama.

b.  Kelas 1&2, atau bagi murid yang belum lancar  membaca akan diberikan gambar bercerita selanjutnya Guru akan mendampingi murid secara bergiliran untuk menceritakan ulang dengan menggunakan kata-kata sendiri.

c.    Kelas 3,4,5,dan 6 akan mengikuti Program “ Gerakan Serentak Budaya Literasi” secara utuh

d.    Pada kegiatan ini seluruh PTK dilibatkan untuk membantu mengawasi proses kegiatan literasi tersebut yang dilakaukan secara serentak sebagai sebuah gerakan inovasi agar dapat berjalan dengan baik sehingga ke depannya bisa  menjadi sebuah budaya bagi seluruh warga sekolah

e.   Khusus hari Jumat materinya adalah Literasi Al-Qur-an bagi yang muslim dan bagi murid non muslim membaca buku fiksi atau non fiksi seperti biasa

f.   Khusus hari Sabtu,  Literasi Karya  dengan durasi waktu 1 jam.  Kegiatan literasi dilakukan di halaman sekolah dengan menggelar tikar dan menghadirkan Komite sekolah dan  pegiat literasi dari komunitas-komunitas baca di wilayah Polewali termasuk Duta Baca Sulbar.

Pada kegiatan ini semua murid membaca koran, artikel atau majalah dari rumah atau mengambil koran atau majalah di perpustakaan bagi yang tidak berlangganan media cetak.  Setelah membaca, murid-murid menggunting berita yang menarik buat mereka kemudian di pasang di Mading, guntingan koran yang lain dijadikan karya daur ulang.

Ø  Murid menyimak presentasi dari Duta Baca Sulbar.

Ø  Pelaksanaan puncak Program dengan menggelar pameran dan lomba literasi dilksanakan pada Hari Senin, 28 Juni 2021 dengan melibatkan 4 kelompok Mading perwakilan Kelas 4,5,dan 6 yang masih-masing terdiri dari 5 orang murid, 9 orang peserta lomba menulis cerita rakyat dari Kelas 4,5,6 serta 10 orang murid peserta lomba baca puisi dari Kelas, 2 dan 3.

Tim Juri berasal dari komunitas literasi Tingkat, Duta Baca Sulawesi Barat, Jurnalis Harian Radar SulBar dan Komunitas Guru Penggerak. ,  

Ø  Mengirimkan karya terpilih murid ke Medsos.

 

 Alasan mengapa melakukan aksi tersebut

Gerakan literasi tidak bisa dipi­sahkan dengan dunia pendi­dikan. Di dalam dokumen deklarasi yang bertajuk Towards an Information Literate Society dinyatakan seca­ra tegas bahwa literasi informasi ha­rus menjadi bagian integral dalam pen­didikan. Penguasaan literasi ber­kon­tribusi penting dalam pencapaian tujuan pembangunan milenium PBB dan meng­hormati deklarasi universal Hak Azasi Manusia (HAM).

Pada kenyataanya, murid kelas 1-6 di sekolah saya memang sudah banyak yang bisa membaca. Ironisnya, banyak diantara murid-murid tersebut yang tidak memahami apa yang mereka baca. Pada titik ini, ke­cakapan literasi murid perlu dikem­bangkan.

Hidup di abad 21 adalah hidup di era informasi. Keterbuka­an informasi yang nyaris tanpa batas menjadikan murid mesti berkecakapan literasi. Ragam mata pelajaran mengharus­kan murid mampu membaca dengan baik. Untuk itulah kecakapan literasi menjadi penting. Literasi membantu murid memahami pesan lisan, tulisan, audio, maupun gambar atau visual. Dengan demikian, semakin baik literasi murid, semakin baik pula prestasi belajarnya.

 

c.    Hasil Aksi Nyata yang dilakukan

Setelah melakukan aksi Nyata selama kurang lebih 1 (satu) bulan lamanya, maka didapatkan hasil Program sebagai berikut ;

-        Sebagian besar murid murid aktif membaca 10 menit sebelum pembelajaran dimulai namun ada juga murid terlambat bergabung dalam kegiatan bahkan ada yang tidak mengikuti kegiatan literasi karena waktunya sudah selesai,

-   Murid antusias mengikuti kegiatan literasi, namun ada juga yang tidak disiplin dan mengganggu atau mengajak bercanda teman yang sedang membaca,

-      Ada beberapa murid yang terlambat mengumpulkan tugas tapi lebih banyak  yang  tepat waktu menyerahkan tugas terkait kegiatan literasi,

-      Ada beberapa murid yang tidak percaya diri dan enggan maju membacakan/menceritakan kesimpulan yang menjadi catatan literasinya

-        Jumlah murid yang bergabung dan aktif di komunitas Gemar Membaca bertambah 30 orang

-        Murid Kelas 4,5,6 menghasilkan 3 karya (puisi, cerita rakyat,cergam)

-        Murid lebih kreatif dan inovatif dalam menyusun Mading

-        Terpilihnya Duta Baca Cilik


Perasaan (Feeling)

Saya merasa sangat senang dan antusias saat melaksanakan Aksi  Nyata Modul 3.3. Senang bisa mengajak murid dan tendik untuk bersama-sama mengenal dan lebih mendalami kegaiatan literasi, utamanya kegiatan membaca, menulis dan berbicara. Sangat menyenangkan melihat murid-murid antusias memilih buku bacaan untuk kemudian di baca di tempat yang mereka senangi, selanjutnya mereka menuliskan hal-hal menarik yang mereka temukan di buku catatan khusus untuk kegiatan literasi, atau menulis ulang cerita yang dibaca dengan menggunakan kata-kata sendiri, rasanya saya telah membawa mereka selangkah lebih maju dari kondisi sebelumya.

Saya juga merasa terharu dan bangga, ketika murid mulai berani unjuk tangan menyampaikan hasil tulisan/bacaan di depan teman-temannya di dalam kelas, atau secara bergantian maju bercerita di depan kelas dengan malu-malu atau dengan penuh percaya diri.  Pada titik ini saya merasa telah mengekspresikan perasaan ketika memotivasi dan memberi penguatan kepada mereka sehingga mereka bisa mengikuti rangkaian kegiatan dengan senang hati. Program ini diharapkan dapat menumbuhkan kemampuan kognitif murid untuk berpikir secara ilmiah dan mereview apa yang telah mereka baca /tulis.

 

Temuan (Finding).

Pelaksanaan Program menjelang Pelaksanaan Penilaian Akhir Tahun (PAT) mengakibatkan program tidak terlaksana secara optimal, di samping itu beberapa murid yang terlambat datang ke sekolah tidak bisa mengikuti kegiatan literasi karena waktunya telah berakhir dan waktu untuk pembelajaran Tematik sudah harus dimulai. Masih ditemukan juga beberapa murid yang kurang disiplin dan mengganggu teman saat mengikuti kegiatan. Semua ini memengaruhi keberhasilan capaian Program secara keseluruhan, karena murid-murid tersebut akan ketinggalan ketika akan melanjutkan ke  kegiatan berikutnya.

Pada situasi ini, murid-murid tersebut diberikan pendampingan dan kesempatan untuk mengembangkan diri  oleh wali kelas atau Komunitas literasi sekolah sebagai Koordinator program setelah pembelajaran selesai.,  pada  jam istirahat atau di waktu yang disepakati,  namun kesempatan kedua ini kadang juga tidak memberi hasil maksimal untuk beberapa murid. Tetap saja ada yang tidak mengindahkan kesepakatan yang sudah dibuat bersama Wali Kelas dengan alasan “lupa”.

Di sisi lain ada peluang yang terlewatkan yaitu, pendampingan orang tua di rumah yang tidak bisa dilakukan oleh beberapa orang tua murid karena kesibukan bekerja. Semua itu memengaruhi keberhasilan Program  Geser Buli.

Namun demikian secara keseluruhan,  Program terlaksana dengan baik, hasilnyapun bisa dilihat dari perubahan perilaku membaca murid dan tendik yang kian meningkat  bahkan beberapa karya seperti puisi, cerita rakyat , cergam dan Mading lahir dari program yang membuat murid-murid kian antusias dan bersemangat.

Program Geser Buli juga telah melahirkan Duta Baca Cilik.

 

Penerapan Depan (Future).

Bayangan saya terhadap capaian program di masa depan, murid memiliki semangat belajar yang tinggi dan berbudaya literasi, gemar membaca dan akrab dengan bacaan tanpa diperintah atau diarahkan, kritis, kreatif mandiri dan percaya diri.

Beberapa perubahan positif mulai terlihat. Secara perlahan perhatian dan minat mereka untuk membaca mengarahkan mereka untuk mencari buku-buku bacaan. Perpustakaan mulai didatangi anak-anak secara bergiliran untuk meminjam atau menukar buku bacaan yang telah mereka baca.

Mereka mulai bisa menentukan pilihan untuk buku-buku yang mereka sukai termasuk alasan menyukai buku tersebut.

Demi mempertahankan kondisi yang sudah mulai membaik, saya mencoba untuk berkolaborasi dengan teman sejawat serta seluruh tendik untuk memberi keteladanan kepada murid  dan terus memotivasi dan mendampingi murid secara maksimal pada setiap kegiatan literasi, dengan harapan segala temuan yang didapatkan dalam program Geser Buli ini akan berjalan dengan baik.

Rencana yang akan dilakukan untuk masa depan akan menegembangkan komunitas  Gemar Membaca dan komuitas penulis cilik, sehingga terlahir anak-anak yang literat, pembelajar, kritis, kreatif dan visioner serta mampu beradaptasi dengan kehidupan sesuai dengan perkembangan zaman dan kodratnya sebagai seorang pemimpin kelak sehingga terwujud Profil Pelajar Pancasila yang sebenarnya.


 

Dokumentasi Kegiatan:

Sosialisasi dan gambaran secara umum Program Geser Buli.













2 komentar:

  1. Kereen Programnya Kakak Kepsek, bisa jdi Referensi untuk sekolab saya di Pegunungan. Terus melakukan Praktik baik untuk memajukan Pendidikan lebih baik menuju profil pelajar pancasila

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih dek,
      ayo smangat2, mari berbagi praktik baik.,

      Hapus