Sabtu, 08 Mei 2021

3.3.a.6, Refleksi Terbimbing

“Pengelolaan Program yang Berdampak pada Murid”

  1. Apa yang menarik bagi Anda setelah mempelajari pengelolaan program yang berdampak pada murid? 

Ans;

Yang menarik setelah memepelajari modul ini adalah  saya lebih memahami bentuk-bentuk program sekolah, bisa mengidentifikasi tahapan membuat program yang berdampak pada murid, memahami proses perencanaan program sampai dengan pelaporan dengan menggunakan strategi Monitoring, Evaluasi, Learning dan Reporting (MELR) dan mengidentifikasi manajemen risiko dari sebuah program.

 

  1. Apa hal-hal baru yang Anda temukan dalam proses pembelajaran tentang pengelolaan program yang berdampak pada murid? 

Ans;

Hal-hal baru yang saya temukan adalah:

·      Bentuk-bentuk program yang berdampak pada murid, 

·      Membuat program dengan menggunakan tahapan BAGJA,

· Cara memonitor dan mengevaluasi program yang sudah dibuat dengan  mempertimbangkan manajemen risiko.

·  Bentuk pelaporan dengan menggunakan strategi MELR: Monitoring, Evaluation, Learning, Reporting (Monitoring, Evaluasi Pembelajaran, Laporan).


a. 12 prinsip dasar (Kertsy Hobson) yang dapat digunakan sebagai pedoman: Monitoring, Evaluation  (ME)

b.  Dr Roger Greenaway seoarang ahli di bidang pelatihan guru dan sebagai fasilitator merancang kerangka kerja pembelajaran (Learning) melalui empat tingkat model. Keempat F adalah: 1. Fact (Fakta ): Catatan objektif tentang apa yang terjadi 2. Feeling (Perasaan): Reaksi emosional terhadap situasi 3. Finding (Temuan): Pembelajaran konkret yang dapat diambil dari situasi tersebut 4. Future (Masa Depan): Menyusun pembelajaran digunakan di masa depan

c.    Laporan ( Reporting) gambaran 5 W 1H

Tujuan Laporan

Pada umumnya laporan digunakan untuk menyampaikan tujuan yang bersifat umum sebagai berikut: 1) Memantau dan mengendalikan suatu kegiatan. 2) Membantu mengimplementasikan kebijakan dan prosedur yang telah ditentukan 3) Memenuhi persyaratan. 4) Mendokumentasikan kegiatan 5) Merupakan pedoman untuk persoalan tertentu.

Selain tujuan , terdapat juga fungsi dan strategi  pelaporan.

           ·      Manajemen Risiko

Risiko merupakan sesuatu yang memiliki dampak terhadap pencapaian tujuan organisasi. beberapa tipe risiko di lembaga pendidikan, meliputi: 1) Risiko Strategis, merupakan risiko yang berpengaruh terhadap kemampuan organisasi mencapai tujuan 2) Risiko Keuangan, merupakan risiko yang mungkin akan berakibat berkurangnya aset 3) Risiko operasional, merupakan risiko yang berdampak pada kelangsungan proses manajemen 4) Risiko pemenuhan, merupakan risiko yang berdampak pada kemampuan proses dan prosuderal internal untuk memenuhi hukum dan peraturan yang berlaku 5) Risiko Reputasi, merupakan risiko yang berdampak pada reputasi dan merek lembaga. (Princewatercoper, 2003)

Apabila semua sekolah dapat menerapkan manajemen risiko maka setiap kerugian akan dapat diminimalisir. Adapun tahapan manajemen risiko adalah sebagai berikut:

a) identifikasi jenis risiko, b) pengukuran risiko, c) melakukan strategi dalam pengendalian risiko d) melakukan evaluasi terus-menerus, maju dan berkelanjutan.

  1. Perubahan apa yang akan Anda lakukan setelah memahami atau mempelajari materi ini?

Ans;

Saya akan melakukan hal-hal berikut

·      Membuat program yang berpihak pada murid dengan memberdayakan aset sekolah

·      Merancang program dengan menggunakan tahapan BAGJA,

·     Melakukan Monitoring dan mengevaluasi program yang sudah dibuat berdasarkan 12 prinsip    dasar ME

· Menyusun pelaporan dengan menggunakan strategi MELR: Monitoring, Evaluation,  Learning, Reporting (Monitoring, Evaluasi Pembelajaran, Laporan). 

  •        Melakukan Identifkasi Risiko untuk Program yang akan dilaksanakan di sekolah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar