Rabu, 09 Desember 2020

Menyusun Kesepakatan Kelas

https://enny4.blogspot.com/2020/12/rancangan-kegiatan-aksi-nyata-modul-11.html

Tugas 1.4.a.7

Demonstrasi Kontekstual- Menerapkan Budaya Positif

Menyusun Kesepakatan Kelas

 

Dalam penyusunan kesepakatan kelas ini, Anda akan mendemonstrasikan hasil (berupa foto kesepakatan kelas) dan prosesnya (berupa esai maksimal 500 kata).  Tulislah esai tersebut sehari setelah kesepakatan kelas dibuat agar Anda dapat mengamati perubahan yang terjadi di kelas, sekecil apapun perubahan itu. Pastikan Anda mencantumkan hal-hal berikut dalam esai Anda.

  1. Langkah-langkah yang Anda lakukan dalam menyusun kesepakatan kelas secara runut dan jelas 
  2. Tindakan yang Anda lakukan sebagai guru kepada murid 
  3. Percakapan Anda sebagai guru dengan murid ketika menyusun kesepakatan kelas
  4. Respons murid dalam berperilaku setelah kesepakatan kelas dibuat
  5. Tantangan atau keberhasilan yang ditemui selama proses tersebut

 

Sejalan dengan Filosofi Pemikiran Ki Hajar Dewantara, kemerdekaan menjadi isu kritis dalam Pendidikan karena menyangkut usaha untuk memerdekakan hidup lahir dan hidup batin manusia agar manusia lebih menyadari kewajiban dan haknya sebagai bagian dari masyarakat sehingga tidak tergantung kepada orang lain dan bisa bersandar atas kekuatan sendiri.

Untuk bisa sampai pada tujuan tersebut, murid perlu diasuh lewat pendidikan karakter yang bukan sekedar mendorong murid untuk sukses secara moral maupun akademik di lingkungan sekolah, tetapi juga untuk menanam moral yang baik pada diri murid ketika sudah terlibat di dalam masyarakat sehingga menjadi orang yang bertanggung jawab.

            Salah satu makna dari memanusiakan hubungan adalah dengan  membuat kesepakatan kelas agar siswa merasa dilibatkan dalam pembelajaran, merasa lebih dipahami, lebih bertanggung jawab, dan menumbuhkan karakter positif -

Kesepakatan kelas bukan hanya sekedar peraturan dalam kelas yang harus ditaati murid dan memberi hukuman bagi yang melanggarnya. Dalam membuat kesepakatan kelas, dibutuhkan keterlibatan antara guru dan murid untuk saling menyepakati bagaimana kondisi kelas yang kondusif. Program ini akan memandu peserta dalam merancang langkah-langkah kesepakatan kelas yang memanusiakan murid. Harapannya, murid akan menjalankan secara konsisten hal-hal yang telah disepakati dan merefleksikan dengan penuh keterbukaan dalam bentuk disiplin diri

Di sinilah letak pentingnya menumbuhkan disiplin kepada murid. Dalam penerapan pendisiplinan, kita tetap bisa memberikan alternatif positif kepada murid, tetapi harus dilakukan secara teratur, berkelanjutan, konsisten dan bertekad pada proses.

Langkah pertama dalam menerapkan pendekatan disiplin positif adalah mengembangkan visi bersama tentang apa yang ingin dicapai sekolah. Daripada berfokus pada masalah dan perilaku buruk, maka saya akan  mulai dengan melihat hal-hal positif yang sudah berhasil di sekolah. Ini menjadi landasan untuk membangun visi bersama bagi komunitas sekolah yang berpusat pada diri murid dan pemberdayaannya.

Tiba saatnya menyusun kesepakatan kelas. Saya mulai menyusun langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam menyusun kesepakatan kelas 4 Andi Depu. Tepatnya hari Selasa, tanggal 8 Desember 2020, saya menyampaikan pemberitahuan dan rencana meeting lewat Google Meet di What’s App Group. Anak-anak sepakat memilih waktu setelah selesai sholat isya, pukul 19.30. (wita). Saya menyiapkan konsep berupa contoh-contoh disiplin positif, khawatirnya murid-murid saya belum ada bayangan tentang kesepakatan kelas.

Meeting virtual kami mulai  lewat dari  waktu yang telah disepakati,. Pukul 19.40, anak-anak mulai bergabung ke kelas virtual, Dari 41 orang murid yang menjadi bagian kelas 4 Andi Depu di mana saya menjadi wali kelas, hanya ada 18 orang yang bisa ikut meeting, tetapi murid-murid yang tidak bisa bergabung karena terkendala jaringan, tetap menyampaikan ide-ide mereka lewat Voice note atau lewat chat. Berikut tahapan yang kami lalui dalam menyusun kesepakatan Kelas .

Tahap 1, Tanya pendapat Murid

Saya mulai membuka forum, menyapa murid, tanya-jawab khabar dan menyampaikan tujuan meeting malam itu. Beberapa murid menyampaikan  masalah yang dihadapinya saat berada di kelas serta harapan kelas yang membuatnya nyaman, Hal ini dilakukan secara individu, disampaikan secara langsung, tapi ada beberapa orang murid yang jaringannya selalu terputus mengetik di media Chat ataupun lewat WAG. Dari sekian banyak Chat yang masuk, tersebutlah nama Alo dan Daffa yang sering usil mengganggu teman di keas. Ada juga murid yang tidak senang duduk berdekatan dengan teman-laki-laki, katanya malu.

Tahap 2, Tanyakan ide dari murid untuk mencapai kelas impiannya

Merespon keluhan murid, saya kemudian bertanya tentang harapan, tentang kelas, apa yang mereka harapkan, tentang kondisi kelas,tentang guru impian  tentang ide dari murid  untuk mencapai impian mereka. Murid –muridpun menjawab lewat Chat, dan saya menuliskan di slide harapan-harapan tersebut supaya murid-murid saya bisa membaca dengan jelas apa yang disampaikan oleh teman-temannya.  Masukan dari murid diantaranya adalah memberi salam saat masuk kelas, Saling menghargai, rajin membaca , tidak membeda-bedakan agama, menjaga kebersihan kelas, berdo’a sebelum dan sesudah belajar, menjadi juara Porseni.

Tahap 3, Ambil kesimpulan dari ide murid,

Dari sekian banyak ide harapan  yang disampaikan anak-anak di kelas, saya berusaha memperjelas kepada mereka tentang kesepakatan kelas yang  berisi aturan yang  nisa mereka percaya dan bisa dilakukan baik sebagai individu maupun dalam kelompok, ,Selanjutnya kami melingkari point-point penting dari ide-ide yang sudah masuk memastikan semua daftar memang dibutuhkan dalam proses belajar – mengajar, jika ada yang terlewati, menambahkan tujuan lain yang terlupakan atau menghapus tujuan yang tidak utama.

Tahap 4’Ubah ide menjadi kesepakatan kelas.

 Poin-point yang sudah dilingkari, kami tetapkan sebagai “Kesepakatan Kelas”,. Langkah berikutnya, saya meminta anak-anak untuk bersabar karena untuk selanjutnya Bu Guru akan membuat poster dan  menuliskan kesepakatan kelas tersebut menjadi sebuah poster. Untuk pembuatan poster ini,kami agak lama di  sesi desain. Anak-anak perempuan berbeda selera dengan anak laki-laki dalam hal pemilihan warna, tapi pada akhirnya, anak laki-laki setuju dengan pilihan anak perempuan karena mereka kalah suara, hehhehehe., Anak perempuan lebih banyak jumlahnya.

Tahap 5, Tanda tangani kontrak kesepakatan

Untuk menciptakan rasa memiliki, seharusnya  saya memberi waktu bagi semua murid menanda tangani dan menuliskan nama atau tanda pada kontrak kesepakatan, termasuk  saya sebagai guru. Di sini saya menemukan tantangan .Kondisi pandemic seperti sekarang tidak membolehkan kami mengumpulkan murid di sekolah, maka poster tersebut untuk sementara belum di tanda tangani sampai tiba waktu sekolah tatap muka. Saya mencoba memancing ide-ide kreatif anak-anak, meneganai hal tersebut. Akhirnya kami sepakat memasang poster “Kesepakatan Kelas “ sebagai foto profil Classroom dan WAG Kelas. Timbul masalah lagi, Poster tidak bias digunakan untuk Profil Classroomnya karena sizenya yang kecil, bisanya di WA, itupun tampilannya tidak maksimal seperti berikut ini.



























Tampilannya tidak sempurna, Ini juga jadi tantangan buat kami.

Tahap 6 Lihat bersama Kontrak kesepakatan bersama

Kami melakukan  Refleksi terkait kontrak kesepakatan kelas yang sudah di susun. Saya menanyakan kepada muris-murid saya, terkait penerapan aturan dan kemungkinan masih adakah hal yang perlu diubah atau diperbaiki. Apakah kesepakatan kelas sudah bisa dilakukan ? Anak-anak sepakat menjawab “ Bisa Bu Guru”. Dengan demikian, Meeting pun selesai, Kelas Virtual di tutup dengan bersama –sama membaca Alhamdulillah karena kami sudak berhasil menyusun Kesepakatan Kelas, dan terhitung sejak mala mini, kelas 4 Andi Depu memiliki “Kesepakatan Kelas “ berbentuk poster.

            Demikianlah proses Penyusunan Kesepakatan Kelas 4 Andi Depu.

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar