KEGIATAN UNTUK AKSI NYATA MODUL 1.1.
Judul
: “Kolaborasi
Pemikiran Ki Hajar Dewantara dengan Budaya Siwaliparriq dalam
pembelajaran pada murid di SD
Negeri 066 Pekkabata”
Nama
: PGP-1-Kab.Polewali Mandar-Erniwati-1.1-Aksi
Nyata
A.
LATAR BELAKANG
Pendidikan
dan pengajaran merupakan usaha persiapan dan persediaan untuk segala
kepentingan hidup manusia, baik dalam hidup bermasyarakat maupun hidup
berbudaya dalam arti yang seluas-luasnya. Filosofi pendidikan Ki Hajar
dewantara mengamanatkan bahwa dalam melakukan pembaharuan yang terpadu,
hendaknya selalu diingat bahwa segala kepentingan anak-anak didik, baik
mengenai hidup diri pribadinya maupun hidup kemasyarakatannya, jangan sampai
meninggalkan segala kepentingan yang berhubungan dengan kodrat keadaan, baik
pada alam maupun zaman.
Sementara
itu, segala bentuk, isi dan wirama (yakni cara mewujudkannya) hidup dan
penghidupannya seperti demikian, hendaknya selalu disesuaikan dengan
dasar-dasar dan asas-asas hidup kebangsaan yang bernilai dan tidak bertentangan
dengan sifat-sifat kemanusiaan.
Filosofi Ki Hadjar Dewantara
Pendidikan itu “menuntun”, layaknya sorang pengasuh yang mengasuh, mengayomi,
mengarahkan dan membimbing anak asuhnya sesuai dengan kodratnya untuk
meraih kebahagiaan yang setinggi-tingginya, baik sebagai manusia maupun sebagai
anggota masyarakat. Pendidik itu harus menumbuhkan sikap merdeka belajar dan
senantiasa melakukan pembelajaran yang berpihak pada anak dan harus menciptakan
pembelajaran yang menyenangkan, karena pada dasarnya anak itu senang bermain.
Merancang pembelajaran bermakna
yang joyful learning dan berpusat pada
murid sesuatu yang tidak mudah dilakukan di era pandemic seperti sekarang.
Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 3 Tahun 2020 tentang
Pencegahan Corona Virus Disease (Covid
– 19) serta Surat Edaran Bupati Kabupaten Polewali Mandar No. 5 Tahun 2020
tentang Penyesuaian Sistem Kerja Aparatur Sipi Negara dalam Upaya Pencegahan
Covid -19 di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar, Tanggal 20 Maret
2020. Keduanya mengiinstruksikan Work From Home (WHF) bagi Aparatur Sipil Negara dan pegawai lainnya
serta kegiatan belajar dari rumah bagi seluruh peserta didik di semua jenjang
pendidikan di Kabupaten Polewali Mandar, termasuk di SD Negeri 066 Pekkabata
yang melaksanakan BDR melalui berbagai media pembelajaran on line.
Pembelajaran daring menjadi
tantangan bagi guru-guru, khususnya Calon Guru Penggerak di SD Negeri 066
Pekkabata. Hal inilah yang melatarbelakangi rancangan tindakan aksi nyata yang
berjudul “Kolaborasi Pemikiran Ki Hajar Dewantara dengan Budaya Siwaliparriq di
SD Negeri 066 Pekkabata”.
B.
DESKRIPSI AKSI NYATA
Berdasarkan rencana yang telah dibuat
untuk melakukan aksi nyata yang berjudul “Kolaborasi Pemikiran Ki Hajar
Dewantara dengan Budaya Siwaliparriq” dalam pembelajaran pada murid di SD
Negeri 066 Pekkabata, maka calon guru penggerak telah menyusun perencanaan
berupa :
1. Mengadakan
pertemuan dengan Kepala Sekolah untuk membicarakan rancangan tindakan. Pertemuan
ini mendapat dukungan dari kepala sekolah.
2. Pertemuan dengan guru-guru secara terbatas karena
masa pandemic, tidak semua guru yang bisa hadir di sekolah dalam waktu yang bersamaan setiap hari
3. Menyusun Rencana kegiatan selama 4 (empat ) minggu
4. Penerapan
Budaya Siwaliparriq dalam bentuk kegiatan KKG Mini “Menyusun rencana
pelaksanaan pembelajaran yang mengimpelmentasikan Pemikiran KHD dengan budaya
Siwaliparriq di SD Negeri 066 Pekkabata “.
5. Mengembangkan RPP bermuatan nilai budaya
siwaliparri (terlampir)
6. Menyusun instrument peniaian (terlampir)
7. Pelaksanaan
Pembelajaran daring kelas IV Andi Depu melalui
aplikasi classroom dengan menerapkan budaya “Siwaliparriq”, yang sejalan
dengan prinsip pembelajaran Ki Hajar Dewantara sebagai upaya menciptakan
kolaborasi pada saat murid belajar bersama anggota keluarga.
8. Pelaksanaan
lomba Seni lewat daring dalam rangka memperingati Hari Pahlawan.
9. Murid
- murid menyerahkan hasil pembelajaran berupa foto dan video hasil karya yang
telah dibuat secara kolaboratif bersama anggota keluarga memalui classroom, dan
orang tua murid menyerahkan langsung produk karya anak – anaknya ke sekolah
sesuai jadwal yang ditentukan.
10. Refleksi
murid
Dalam proses pembelajaran calon guru penggerak tidak hanya
menggunakan aspek sikap dan aspek pengetahuan saja tetapi juga menggunakan
aspek keterampilan. Oleh karena itu dalam aksi nyata calon guru penggerak
menanamkan budaya “Siwaliparriq”, yang sejalan dengan prinsip pembelajaran Ki
Hajar Dewantara yaitu gotong royong atau kolaborasi pada saat murid belajar
bersama anggota keluarga di rumah dengan tujuan meningkatkan karakter
Siwaiparriq saat berkolaborasi dengan anggota keluarga sekaligus melatih murid
untuk terus produktif dalam karya serta membangun kreativitas murid dalam pembelajaaran.
C.
HASIL AKSI NYATA
Selama kurun waktu 4 (empat) minggu pelaksanaan aksi nyata, ditemukan
ragam progres yang menggembirakan. Hal ini tidak lepas dari dukungan kepala sekolah,
teman sejawat, orang tua murid dan seluruh ekosistem sekolah yang secara
simultan menerapkan budaya Sialiparriq
sehingga hasil pelaksanaan kegiatan KKG
Mini dengan teman sejawatpun bisa diimplementasikan pada pembelajaran daring secara
maksimal.
Pemikiran Ki Hajar Dewantara
kolaborasi Budaya Siwaliarriq menjadi pendekatan proses yang menjadikan
pembelajaran daring lebih bermakna , kontekstual dan menyenangkan. Dalam proses
ini, diskusi dan koordinasi cukup efektif
mendekatkan murid dengan anggota
keluarga sejak pembuatan perencanaan belajar hingga penyelesaian masalah dalam pembelajaran, sehingga
murid tidak lagi sekedar menyelesaikan tugas –tugas belajar yang terdapat di
buku tematik dan menghasilkan produk, tetapi juga mendapatkan pengalaman
belajar yang selama ini hampir tidak
mereka dapatkan.
Penerapan Budaya Siwaliparriq antara murid dan keluarga dalam Proses BDR menghasilkan produk –produk yang
bermuatan pengalaman hidup berupa karya seni mozaik, montaze, kolase, dan layangan
dengan menggunakan bahan ramah lingkungan yang dibuat secara merdeka, mulai
dari pemilihan bentuk dan jenis karya, bahan –bahan yang digunakan dan
pembagian kerja yang diatur oleh murid bersama keluarga sambal bermain bersama
(membuat yel-yel, membuat lagu atau tebak-tebakan edukastif) dan diakhiri dengan refleksi diri murid.
Antusias murid-murid dalam mengasah kertrampilan dan kecakapan lewat
lomba seni berupa lomba baca puisi, Lomba menyanyi tunggal, dan lomba menggambar dengan Tema Pahlawan, cukup menyiratkan
bahwa semangat murid dalam berkarya, tidak terpengaruh dengan pelaksanaan lomba
yang diadakan secara daring.
D. PELAJARAN
YANG DI DAPATKAN
Alhamdulillah
rancangan kegiatan aksi nyata terlaksana sesuai waktu yang ditentukan. Calon guru
penggerak berperan aktif berproses sebagai agen perubahan di kelas dan di
sekolah. Guru penggerak mengarahkan murid dan orang tua untuk aktif meningkatkn
Budaya Siwaliparriq sebagai upaya kolaborasi dalam melakukan perubahan
pembelajaran di rumah melalui daring.
Gambaran,
proses belajar di kelas daring sebelumnya tidak melibatkan orang tua/keluarga
dalam proses belajar murid di rumah,
sehingga murid biasanya hanya belajar sendiri tanpa control dan
pendampingan dari orang tua, tetapi dengan adanya kegiatan tersebut maka para
orang tua dan murid dapat lebih dekat secara emosional karena kebersamaan dalam
belajar yang secara otomatis juga bisa mengetahui perkembangan anak-anaknya di
rumah.
Secara umum, Kolaborasi pemikiran Ki Hajar Dewantara dengan budaya
siwaliparriq di SD Negeri 066 Pekkabata dapat terpenuhi, output dari
kegiatan tersebut diutamakan pada terealisasinya penumbuhan karakter dan
terlahirnya insan pendidikan berKebinekaan Global sebagai salah satu profil
pelajar pancasila dalam konteks budaya siwalliparriq berbasis Kebinekaan Global di SD Negeri 066 Pekkabata. Kegiatan yang dilakukan masih ada
kekurangan maka evaluasi dan program tindak lanjut kedepan telah kami lakukan
melalui kolaborasi dan komunikasi.
E.
RENCANA PERBAIKAN KEDEPANNYA
Dalam Mengimplementasikan Kolaborasi pemikiran
Ki Hajar Dewantara dengan budaya siwaliparriq di SDN 066 Pekkabata , penulis
sebagai CGP melakukan rencana perbaikan dimasa mendatang dengan melakukan
beberapa hal sebagai berikut:
ü Pelaksanaan Kolaborasi
pemikiran Ki Hajar Dewantara dengan budaya Siwaliparriq di SD Negeri 066 Pekkabata yang telah berjalan terus dilanjutkan dan dievaluasi agar hasil yang diperoleh juga meningkat, mengingat
pentingnya pembelajaran bermakna dan joyful learning dengan menanamkan budaya
siwalliparriq dalam membentuk karakter
murid,
ü Hasili refleksi dan evaluasi Aksi Nyata akan ditindak lanjuti dengan melibatkan murid dan orang tua murid untuk
membuat program kolaborasi dan diharapkan konstribusi berupa ide tentang proses
belajar kolaboratif utuk semua muatan pelajaran.
ü Sebagai pengembangan, Implementasi pemikiran Ki
Hajar Dewantara kolaborasi dengan budaya siwalliparriq di SD Negeri
066
Pekkabata yang sudah diterapkan di kelas
akan direkomendasikan menjadi budaya positif sekolah.
F.
LAMPIRAN
a. RPP
b. Format penilaian
c. Dokumentasi
Lampiran
Rancangan RPP berbasis Kearifan Lokal
Siwaliparriq
RENCANA PELAKSANAAN
PEMBELAJARAN
BELAJAR
DARI RUMAH (DARING)
|
Satuan Pendidikan |
: |
SD Negeri 066 Pekkabata |
|
Kelas/Semester |
:
4 (Empat) / 1 (Gazal) |
|
|
Tema |
:
Berbagai Pekerjaan (Tema 4) |
|
|
Sub Tema |
:
Pekerjaan Orangtuaku (Sub Tema 3) |
|
|
Daring Ke |
: |
15 |
|
Alokasi waktu |
: |
4 X 35 menit |
A. TUJUAN PEMBELAJARAN
1.
Setelah membaca teks
tentang pengrajin kayu, siswa mampu mengidentifikasi jenis pekerjaan terkait
sosial budaya di wilayahnya dengan rinci.
2.
Setelah membaca dongeng
‘Tupai dan Ikan Gabus’, siswa mampu mendeskripsikan penilaian cerita secara
lisan dan tulisan dengan detail.
3.
Setelah berdiskusi,
siswa mampu menuliskan contoh kegiatan sebagai upaya pencegahan langkanya
sumber daya alam dalam kehidupan sehari-hari dengan tepat.
B. KEGIATAN
PEMBELAJARAN
(Kolaborasi Pemikiran
Ki Hajar Dewantara dengan Budaya Siwaliparriq)
I. Kegiatan
Pendahuluan
1. Siswa menyiapkan media pembelajaran dibantu oleh keluarga (*Siwaliparriq)
2. Siswa menjawab salam yang diucapkan oleh guru, selanjutnya
guru menyapa wali murid melalui Classroom Intergrasi Google Meet atau WA Group (**pemikiran KHD”menuntun”)
3. Guru menanyakan kabar siswa dan membimbing siswa untuk
berdo’a *
4. Siswa diingatkan untuk mengisi daftar hadir online,dan bagi
siswa yang tidak bisa bergabung guru mengarahkan wali murid untuk membuat Voice
Note bahwa anaknya siap mengikuti pembelajaran**
5. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dengan menggunakan di
Google Meet integrase Classroom, atau
Voice Note *
II.
Kegiatan Inti
- Guru
membuka pembelajaran dan mengondisikan kelas**
- Siswa
menyimak materi di Classroom
tentang jenis pekerjaan terkait sosial budaya di wilayahnya**
****
- Melalui
motivasi dari guru, Peserta didik dengan pendampingan orang tua mengajukan
pertanyaan tentang materi jenis pekerjaan terkait sosial budaya di
wilayahnya*
- Guru
membahas beberapa pertanyaan yang diajukan oleh siswa di GM, atau di forum
chat Classroom/WAG*
- Siswa
menyimak video pembelajaran tentang penilaian cerita secara lisan dan
tulisan*
- Guru
melakukan tanya jawab tentang penilaian cerita secara lisan dan tulisan,
siswa menjawab pertanyaan guru lewat virtual meeting Google Meet, atau dengan rekaman voice
note,
- Siswa
mengerjakan soal pada pada buku tugas,
dan mengirimkan pekerjaannya dalam bentuk foto
- Siswa
menyimak video materi dari classroom, tentang pencegahan langkanya sumber
daya alam dalam kehidupan sehari-hari
- Siswa
dibagi menjadi 5 kelompok belajar
daring,
- Masing-masing
kelompok mengidentifikasi sumber daya alam yang terdapat di lingkungannya
- Msing-masing
kelompok belajar menyampaikan hasil identifikasinya
- Guru dan siswa melakukan refleksi
pembelajaran
III. Kegiatan Penutup
1. Siswa mampu mengemukakan hasil belajar hari ini
2. Guru memberikan penguatan dan kesimpulan
C. PENILAIAN
1.
Penilaian sikap dilaksanakan
berdasarkan keaktifan berkomunikasi siswa
chat di Google Meet, Classroom atau Chat di WA, dan sikap menghargai
ketika ada teman yang menyampaikan pendapat.
2. Penilaian Pengetahuan Menggunakan tes tertulis melalui Classroom atau WAG
3. Penilaian keterampilan menggunakan teknik kinerja
Ket : * = Siwaliparriq
** = Pemikiran Ki Hajar Dewantara
|
Mengetahui Kepala Sekolah
TALIB,S.Pd.,M.Pd. NIP. 19680516 199103 1 013 |
|
Pekkabata, Oktober 2020 Guru Kelas 4
ERNIWATI,S.Pd.,M.Si NIP. 19730616 00312 2008 |
Lampiran
Rancangan Skenario Merdeka Belajar di
Classroom
Assalamu Alaikum, selamat pagi anak-anak.
Pagi ini kalian masih akan melakukan keterampilan kinerja praktik.
Yang akan kalian lakukan hari ini adalah :
Ø Berdiskusi dengan orang tua tentang 5 benda yang akan
kalian ukur panjangnya.
Ø Setelah menentukan benda-benda apa saja yang akan
diukur, tentukan alat ukur yang digunakan, selanjutnya, buatlah yel- yel yang seru bersama keluarga
dan mulailah mengukur.
Jangan lupa
untuk merekam atau foto kegiatan yang kalian lakukankan ya!
Nah untuk laporan kegiatan, kalian bisa berkreasi
tetapi intinya harus mencantumkan hal-hal berikut :
1.
Saya
berdiskusi bersama ….
2.
Inilah bunyi
yel-yel kami ….
3.
Dalam
diskusi ini, yang paling banyak menyampaikan ide adalah ….
4.
Kami sepakat
untuk memilih 5 benda yang akan diukur bersama- lama, yaitu :
a.
...
b.
...
c.
...
d.
...
e.
...
5. Kami
memilih ke 5 benda tersebut karena....
6. Alat
ukur yang di gunakan adalah....
7. hasil
pengukurannya adalah ... yang saya bulatkan menjadi :
a....
b...
c...
d...
e...
8. Kesulitan
yang saya hadapi (jika ada)
9. Perasaan saya
belajar bersama.....(ibu, ayah,kakak, atau siapa) hari ini
sangat...
10. Yang sangat saya sukai adalah
pada saat....
11. Saya mengharapkan...Untuk
pelajaran berikutnya
Setelah semua selesai, peluk dan salim orang tua,
kakak, atau siapa saja yang menemani kalian belajar hari ini, dan ucapkan
terimakasih.
Selamat belajar, selamat bersenang-senang sayang.
Tetap jaga kesehatan,
Rajin cuci tangan, jaga jarak dan harus pakai
masker/face shield jika kalian keluar rumah.
Jangan lupa bahagia.
*Tulislah
بسم الله الرحمن الرحيم dan
ٱلْحَمْدُ
لِلَّٰهِ
رَبِّ
ٱلْعَالَمِينَ
Lampiran Instrumen Peniaian
1.
Penilaian Proses
D. Penlaian proses, pengamatan aktivitas siswa dalam
kelompok dan selama proses pembelajaran dengan menggunakan tabel observasi
aktivitas.
A. Bekerja sama dalam
kelompok/ keluarga di rumah ( Siswaliparriq)
B. Memberikan
sumbang saran/ ide dalam kelompok
(Kolaborasi)
C. Menerima
saran dan kritik untuk perbaikan dan
D. Cepat
melaksanakan / menyelesaikan tugas.
|
No |
Nama
Murid |
Aktivitas Murid |
|||||||
|
A |
B |
C |
D |
||||||
|
Ya |
Tidak |
Ya |
Tidak |
Ya |
Tidak |
Ya |
Tidak |
||
|
1. |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
2. |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
3. |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
1.
Penilaian Keterampilan
|
No |
Aspek
yang diamati |
Nilai |
|||
|
1 |
2 |
3 |
4 |
||
|
1. |
Keaslian Ide |
|
|
|
|
|
2. |
Pengetahuan yang mendukung |
|
|
|
|
|
3. |
Alat dan bahan yang digunakan |
|
|
|
|
|
4. |
Cara pembuatan |
|
|
|
|
|
5. |
Penampilan produk |
|
|
|
|
|
6. |
Manfaat Produk |
|
|
|
|
|
|
Jumlah |
|
|
|
|
|
|
Skor maksimum |
24 |
|
|
|
Kolom nilai
diisi dengan nilai yang sesuai
1 = kurang
2 = sedang
3 = baik
4 = amat
baik
Lampiran
Rancangan Aksi Nyata :
https://lms20-gp.simpkb.id/draftfile.php/40499/user/draft/897715187/Rancangan%20Aksi%20Nyata.pdf
Tindakan Aksi Nyata
https://lms20-gp.simpkb.id/draftfile.php/40499/user/draft/897715187/Aksi%20Nyata.pdf
Pertemuan dengan Kasek
Testimoni Murid
Tidak ada komentar:
Posting Komentar