Rabu, 09 Desember 2020

Menyusun Kesepakatan Kelas

https://enny4.blogspot.com/2020/12/rancangan-kegiatan-aksi-nyata-modul-11.html

Tugas 1.4.a.7

Demonstrasi Kontekstual- Menerapkan Budaya Positif

Menyusun Kesepakatan Kelas

 

Dalam penyusunan kesepakatan kelas ini, Anda akan mendemonstrasikan hasil (berupa foto kesepakatan kelas) dan prosesnya (berupa esai maksimal 500 kata).  Tulislah esai tersebut sehari setelah kesepakatan kelas dibuat agar Anda dapat mengamati perubahan yang terjadi di kelas, sekecil apapun perubahan itu. Pastikan Anda mencantumkan hal-hal berikut dalam esai Anda.

  1. Langkah-langkah yang Anda lakukan dalam menyusun kesepakatan kelas secara runut dan jelas 
  2. Tindakan yang Anda lakukan sebagai guru kepada murid 
  3. Percakapan Anda sebagai guru dengan murid ketika menyusun kesepakatan kelas
  4. Respons murid dalam berperilaku setelah kesepakatan kelas dibuat
  5. Tantangan atau keberhasilan yang ditemui selama proses tersebut

 

Sejalan dengan Filosofi Pemikiran Ki Hajar Dewantara, kemerdekaan menjadi isu kritis dalam Pendidikan karena menyangkut usaha untuk memerdekakan hidup lahir dan hidup batin manusia agar manusia lebih menyadari kewajiban dan haknya sebagai bagian dari masyarakat sehingga tidak tergantung kepada orang lain dan bisa bersandar atas kekuatan sendiri.

Untuk bisa sampai pada tujuan tersebut, murid perlu diasuh lewat pendidikan karakter yang bukan sekedar mendorong murid untuk sukses secara moral maupun akademik di lingkungan sekolah, tetapi juga untuk menanam moral yang baik pada diri murid ketika sudah terlibat di dalam masyarakat sehingga menjadi orang yang bertanggung jawab.

            Salah satu makna dari memanusiakan hubungan adalah dengan  membuat kesepakatan kelas agar siswa merasa dilibatkan dalam pembelajaran, merasa lebih dipahami, lebih bertanggung jawab, dan menumbuhkan karakter positif -

Kesepakatan kelas bukan hanya sekedar peraturan dalam kelas yang harus ditaati murid dan memberi hukuman bagi yang melanggarnya. Dalam membuat kesepakatan kelas, dibutuhkan keterlibatan antara guru dan murid untuk saling menyepakati bagaimana kondisi kelas yang kondusif. Program ini akan memandu peserta dalam merancang langkah-langkah kesepakatan kelas yang memanusiakan murid. Harapannya, murid akan menjalankan secara konsisten hal-hal yang telah disepakati dan merefleksikan dengan penuh keterbukaan dalam bentuk disiplin diri

Di sinilah letak pentingnya menumbuhkan disiplin kepada murid. Dalam penerapan pendisiplinan, kita tetap bisa memberikan alternatif positif kepada murid, tetapi harus dilakukan secara teratur, berkelanjutan, konsisten dan bertekad pada proses.

Langkah pertama dalam menerapkan pendekatan disiplin positif adalah mengembangkan visi bersama tentang apa yang ingin dicapai sekolah. Daripada berfokus pada masalah dan perilaku buruk, maka saya akan  mulai dengan melihat hal-hal positif yang sudah berhasil di sekolah. Ini menjadi landasan untuk membangun visi bersama bagi komunitas sekolah yang berpusat pada diri murid dan pemberdayaannya.

Tiba saatnya menyusun kesepakatan kelas. Saya mulai menyusun langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam menyusun kesepakatan kelas 4 Andi Depu. Tepatnya hari Selasa, tanggal 8 Desember 2020, saya menyampaikan pemberitahuan dan rencana meeting lewat Google Meet di What’s App Group. Anak-anak sepakat memilih waktu setelah selesai sholat isya, pukul 19.30. (wita). Saya menyiapkan konsep berupa contoh-contoh disiplin positif, khawatirnya murid-murid saya belum ada bayangan tentang kesepakatan kelas.

Meeting virtual kami mulai  lewat dari  waktu yang telah disepakati,. Pukul 19.40, anak-anak mulai bergabung ke kelas virtual, Dari 41 orang murid yang menjadi bagian kelas 4 Andi Depu di mana saya menjadi wali kelas, hanya ada 18 orang yang bisa ikut meeting, tetapi murid-murid yang tidak bisa bergabung karena terkendala jaringan, tetap menyampaikan ide-ide mereka lewat Voice note atau lewat chat. Berikut tahapan yang kami lalui dalam menyusun kesepakatan Kelas .

Tahap 1, Tanya pendapat Murid

Saya mulai membuka forum, menyapa murid, tanya-jawab khabar dan menyampaikan tujuan meeting malam itu. Beberapa murid menyampaikan  masalah yang dihadapinya saat berada di kelas serta harapan kelas yang membuatnya nyaman, Hal ini dilakukan secara individu, disampaikan secara langsung, tapi ada beberapa orang murid yang jaringannya selalu terputus mengetik di media Chat ataupun lewat WAG. Dari sekian banyak Chat yang masuk, tersebutlah nama Alo dan Daffa yang sering usil mengganggu teman di keas. Ada juga murid yang tidak senang duduk berdekatan dengan teman-laki-laki, katanya malu.

Tahap 2, Tanyakan ide dari murid untuk mencapai kelas impiannya

Merespon keluhan murid, saya kemudian bertanya tentang harapan, tentang kelas, apa yang mereka harapkan, tentang kondisi kelas,tentang guru impian  tentang ide dari murid  untuk mencapai impian mereka. Murid –muridpun menjawab lewat Chat, dan saya menuliskan di slide harapan-harapan tersebut supaya murid-murid saya bisa membaca dengan jelas apa yang disampaikan oleh teman-temannya.  Masukan dari murid diantaranya adalah memberi salam saat masuk kelas, Saling menghargai, rajin membaca , tidak membeda-bedakan agama, menjaga kebersihan kelas, berdo’a sebelum dan sesudah belajar, menjadi juara Porseni.

Tahap 3, Ambil kesimpulan dari ide murid,

Dari sekian banyak ide harapan  yang disampaikan anak-anak di kelas, saya berusaha memperjelas kepada mereka tentang kesepakatan kelas yang  berisi aturan yang  nisa mereka percaya dan bisa dilakukan baik sebagai individu maupun dalam kelompok, ,Selanjutnya kami melingkari point-point penting dari ide-ide yang sudah masuk memastikan semua daftar memang dibutuhkan dalam proses belajar – mengajar, jika ada yang terlewati, menambahkan tujuan lain yang terlupakan atau menghapus tujuan yang tidak utama.

Tahap 4’Ubah ide menjadi kesepakatan kelas.

 Poin-point yang sudah dilingkari, kami tetapkan sebagai “Kesepakatan Kelas”,. Langkah berikutnya, saya meminta anak-anak untuk bersabar karena untuk selanjutnya Bu Guru akan membuat poster dan  menuliskan kesepakatan kelas tersebut menjadi sebuah poster. Untuk pembuatan poster ini,kami agak lama di  sesi desain. Anak-anak perempuan berbeda selera dengan anak laki-laki dalam hal pemilihan warna, tapi pada akhirnya, anak laki-laki setuju dengan pilihan anak perempuan karena mereka kalah suara, hehhehehe., Anak perempuan lebih banyak jumlahnya.

Tahap 5, Tanda tangani kontrak kesepakatan

Untuk menciptakan rasa memiliki, seharusnya  saya memberi waktu bagi semua murid menanda tangani dan menuliskan nama atau tanda pada kontrak kesepakatan, termasuk  saya sebagai guru. Di sini saya menemukan tantangan .Kondisi pandemic seperti sekarang tidak membolehkan kami mengumpulkan murid di sekolah, maka poster tersebut untuk sementara belum di tanda tangani sampai tiba waktu sekolah tatap muka. Saya mencoba memancing ide-ide kreatif anak-anak, meneganai hal tersebut. Akhirnya kami sepakat memasang poster “Kesepakatan Kelas “ sebagai foto profil Classroom dan WAG Kelas. Timbul masalah lagi, Poster tidak bias digunakan untuk Profil Classroomnya karena sizenya yang kecil, bisanya di WA, itupun tampilannya tidak maksimal seperti berikut ini.



























Tampilannya tidak sempurna, Ini juga jadi tantangan buat kami.

Tahap 6 Lihat bersama Kontrak kesepakatan bersama

Kami melakukan  Refleksi terkait kontrak kesepakatan kelas yang sudah di susun. Saya menanyakan kepada muris-murid saya, terkait penerapan aturan dan kemungkinan masih adakah hal yang perlu diubah atau diperbaiki. Apakah kesepakatan kelas sudah bisa dilakukan ? Anak-anak sepakat menjawab “ Bisa Bu Guru”. Dengan demikian, Meeting pun selesai, Kelas Virtual di tutup dengan bersama –sama membaca Alhamdulillah karena kami sudak berhasil menyusun Kesepakatan Kelas, dan terhitung sejak mala mini, kelas 4 Andi Depu memiliki “Kesepakatan Kelas “ berbentuk poster.

            Demikianlah proses Penyusunan Kesepakatan Kelas 4 Andi Depu.

 

 

 

 

Selasa, 08 Desember 2020

PGP "KEGIATAN UNTUK AKSI NYATA MODUL 1.1. #CGP ERNIWATI

*      KEGIATAN UNTUK AKSI NYATA MODUL 1.1.

 

                                              

Judul : “Kolaborasi Pemikiran Ki Hajar Dewantara dengan Budaya Siwaliparriq dalam

                pembelajaran pada murid di SD Negeri 066 Pekkabata”

 

Nama  : PGP-1-Kab.Polewali Mandar-Erniwati-1.1-Aksi Nyata

 

 

A.   LATAR BELAKANG

Pendidikan dan pengajaran merupakan usaha persiapan dan persediaan untuk segala kepentingan hidup manusia, baik dalam hidup bermasyarakat maupun hidup berbudaya dalam arti yang seluas-luasnya. Filosofi pendidikan Ki Hajar dewantara mengamanatkan bahwa dalam melakukan pembaharuan yang terpadu, hendaknya selalu diingat bahwa segala kepentingan anak-anak didik, baik mengenai hidup diri pribadinya maupun hidup kemasyarakatannya, jangan sampai meninggalkan segala kepentingan yang berhubungan dengan kodrat keadaan, baik pada alam maupun zaman.

Sementara itu, segala bentuk, isi dan wirama (yakni cara mewujudkannya) hidup dan penghidupannya seperti demikian, hendaknya selalu disesuaikan dengan dasar-dasar dan asas-asas hidup kebangsaan yang bernilai dan tidak bertentangan dengan sifat-sifat kemanusiaan.

Filosofi Ki Hadjar Dewantara Pendidikan itu “menuntun”, layaknya sorang pengasuh yang mengasuh, mengayomi, mengarahkan dan membimbing  anak asuhnya sesuai dengan kodratnya untuk meraih kebahagiaan yang setinggi-tingginya, baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Pendidik itu harus menumbuhkan sikap merdeka belajar dan senantiasa melakukan pembelajaran yang berpihak pada anak dan harus menciptakan pembelajaran yang menyenangkan, karena pada dasarnya anak itu senang bermain.

Merancang pembelajaran bermakna yang joyful learning  dan berpusat pada murid sesuatu yang tidak mudah dilakukan di era pandemic seperti sekarang. Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 3 Tahun 2020 tentang Pencegahan Corona Virus Disease (Covid – 19) serta Surat Edaran Bupati Kabupaten Polewali Mandar No. 5 Tahun 2020 tentang Penyesuaian Sistem Kerja Aparatur Sipi Negara dalam Upaya Pencegahan Covid -19 di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar, Tanggal 20 Maret 2020. Keduanya mengiinstruksikan  Work From Home (WHF) bagi  Aparatur Sipil Negara dan pegawai lainnya serta kegiatan belajar dari rumah bagi seluruh peserta didik di semua jenjang pendidikan di Kabupaten Polewali Mandar, termasuk di SD Negeri 066 Pekkabata yang melaksanakan BDR melalui berbagai media pembelajaran on line.

Pembelajaran daring menjadi tantangan bagi guru-guru, khususnya Calon Guru Penggerak di SD Negeri 066 Pekkabata. Hal inilah yang melatarbelakangi rancangan tindakan aksi nyata yang berjudul “Kolaborasi Pemikiran Ki Hajar Dewantara dengan Budaya Siwaliparriq di SD Negeri 066 Pekkabata”.

 

B.    DESKRIPSI AKSI NYATA

Berdasarkan rencana yang telah dibuat untuk melakukan aksi nyata yang berjudul “Kolaborasi Pemikiran Ki Hajar Dewantara dengan Budaya Siwaliparriq” dalam pembelajaran pada murid di SD Negeri 066 Pekkabata, maka calon guru penggerak telah menyusun perencanaan berupa :

1.    Mengadakan pertemuan dengan Kepala Sekolah untuk membicarakan rancangan tindakan. Pertemuan ini mendapat dukungan dari kepala sekolah.

2.    Pertemuan dengan guru-guru secara terbatas karena masa pandemic, tidak semua guru yang bisa hadir di sekolah dalam waktu yang bersamaan setiap hari

3.    Menyusun Rencana kegiatan selama 4 (empat ) minggu

4.    Penerapan Budaya Siwaliparriq dalam bentuk kegiatan KKG Mini “Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran yang mengimpelmentasikan Pemikiran KHD dengan budaya Siwaliparriq di SD Negeri 066 Pekkabata “.

5.    Mengembangkan RPP bermuatan nilai budaya siwaliparri (terlampir)

6.    Menyusun instrument peniaian (terlampir)

7.    Pelaksanaan Pembelajaran daring kelas IV Andi Depu melalui  aplikasi classroom dengan menerapkan budaya “Siwaliparriq”, yang sejalan dengan prinsip pembelajaran Ki Hajar Dewantara sebagai upaya menciptakan kolaborasi pada saat murid belajar bersama anggota keluarga.

8.    Pelaksanaan lomba Seni lewat daring dalam rangka memperingati Hari Pahlawan.

9.    Murid - murid menyerahkan hasil pembelajaran berupa foto dan video hasil karya yang telah dibuat secara kolaboratif bersama anggota keluarga memalui classroom, dan orang tua murid menyerahkan langsung produk karya anak – anaknya ke sekolah sesuai jadwal yang ditentukan.

10. Refleksi murid

 

Dalam proses pembelajaran calon guru penggerak tidak hanya menggunakan aspek sikap dan aspek pengetahuan saja tetapi juga menggunakan aspek keterampilan. Oleh karena itu dalam aksi nyata calon guru penggerak menanamkan budaya “Siwaliparriq”, yang sejalan dengan prinsip pembelajaran Ki Hajar Dewantara yaitu gotong royong atau kolaborasi pada saat murid belajar bersama anggota keluarga di rumah dengan tujuan meningkatkan karakter Siwaiparriq saat berkolaborasi dengan anggota keluarga sekaligus melatih murid untuk terus produktif dalam karya serta membangun  kreativitas murid  dalam pembelajaaran.

 

C.   HASIL AKSI NYATA

Selama kurun waktu 4 (empat) minggu pelaksanaan aksi nyata, ditemukan ragam progres yang menggembirakan. Hal ini tidak lepas dari dukungan kepala sekolah, teman sejawat, orang tua murid dan seluruh ekosistem sekolah yang secara simultan  menerapkan budaya Sialiparriq sehingga hasil  pelaksanaan kegiatan KKG Mini dengan teman sejawatpun bisa diimplementasikan pada pembelajaran daring secara maksimal.

Pemikiran Ki Hajar Dewantara  kolaborasi Budaya Siwaliarriq menjadi pendekatan proses yang menjadikan pembelajaran daring lebih bermakna , kontekstual dan menyenangkan. Dalam proses ini, diskusi dan koordinasi  cukup efektif mendekatkan murid  dengan anggota keluarga sejak pembuatan perencanaan belajar hingga  penyelesaian masalah dalam pembelajaran, sehingga murid tidak lagi sekedar menyelesaikan tugas –tugas belajar yang terdapat di buku tematik dan menghasilkan produk, tetapi juga mendapatkan pengalaman belajar  yang selama ini hampir tidak mereka dapatkan. 

Penerapan Budaya Siwaliparriq antara murid dan keluarga dalam Proses BDR menghasilkan produk –produk yang bermuatan pengalaman hidup berupa karya seni mozaik, montaze, kolase, dan layangan dengan menggunakan bahan ramah lingkungan yang dibuat secara merdeka, mulai dari pemilihan bentuk dan jenis karya, bahan –bahan yang digunakan dan pembagian kerja yang diatur oleh murid bersama keluarga sambal bermain bersama (membuat yel-yel, membuat lagu atau tebak-tebakan edukastif)  dan diakhiri dengan refleksi diri murid.

Antusias murid-murid dalam mengasah kertrampilan dan kecakapan lewat lomba seni berupa lomba baca puisi, Lomba menyanyi tunggal, dan  lomba menggambar dengan Tema Pahlawan, cukup menyiratkan bahwa semangat murid dalam berkarya, tidak terpengaruh dengan pelaksanaan lomba yang diadakan secara daring.

 


D.  PELAJARAN YANG DI DAPATKAN

Alhamdulillah rancangan kegiatan aksi nyata terlaksana sesuai waktu yang ditentukan. Calon guru penggerak berperan aktif berproses sebagai agen perubahan di kelas dan di sekolah. Guru penggerak mengarahkan murid dan orang tua untuk aktif meningkatkn Budaya Siwaliparriq sebagai upaya kolaborasi dalam melakukan perubahan pembelajaran di rumah melalui daring.

Gambaran, proses belajar di kelas daring sebelumnya tidak melibatkan orang tua/keluarga dalam proses belajar murid di rumah,  sehingga murid biasanya hanya belajar sendiri tanpa control dan pendampingan dari orang tua, tetapi dengan adanya kegiatan tersebut maka para orang tua dan murid dapat lebih dekat secara emosional karena kebersamaan dalam belajar yang secara otomatis juga bisa mengetahui perkembangan anak-anaknya di rumah.

 

         Secara umum, Kolaborasi pemikiran Ki Hajar Dewantara dengan budaya siwaliparriq di SD Negeri  066 Pekkabata dapat terpenuhi, output dari kegiatan tersebut diutamakan pada terealisasinya penumbuhan karakter dan terlahirnya insan pendidikan berKebinekaan Global sebagai salah satu profil pelajar pancasila dalam konteks budaya siwalliparriq berbasis Kebinekaan Global di SD Negeri 066 Pekkabata. Kegiatan yang dilakukan masih ada kekurangan maka evaluasi dan program tindak lanjut kedepan telah kami lakukan melalui kolaborasi dan komunikasi.

 

E.    RENCANA PERBAIKAN KEDEPANNYA

Dalam Mengimplementasikan Kolaborasi pemikiran Ki Hajar Dewantara dengan budaya siwaliparriq di SDN 066 Pekkabata , penulis sebagai CGP melakukan rencana perbaikan dimasa mendatang dengan melakukan beberapa hal sebagai berikut:

 

ü  Pelaksanaan Kolaborasi pemikiran Ki Hajar Dewantara dengan budaya Siwaliparriq di SD Negeri 066 Pekkabata yang telah berjalan terus dilanjutkan dan dievaluasi agar hasil yang diperoleh juga meningkat, mengingat pentingnya pembelajaran bermakna dan joyful learning dengan menanamkan budaya siwalliparriq dalam membentuk karakter murid,

ü  Hasili refleksi dan evaluasi Aksi Nyata  akan ditindak lanjuti dengan  melibatkan murid dan orang tua murid untuk membuat program kolaborasi dan diharapkan konstribusi berupa ide tentang proses belajar kolaboratif utuk semua muatan pelajaran.

 

 

ü  Sebagai pengembangan, Implementasi  pemikiran Ki Hajar Dewantara kolaborasi dengan budaya siwalliparriq di SD Negeri  066 Pekkabata yang sudah diterapkan di kelas akan direkomendasikan menjadi budaya positif sekolah.

 

F.    LAMPIRAN

a.   RPP

b.   Format penilaian

c.   Dokumentasi 

Lampiran Rancangan RPP berbasis Kearifan Lokal Siwaliparriq

 

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

BELAJAR DARI RUMAH (DARING)

 

Satuan Pendidikan

:

SD Negeri  066 Pekkabata

Kelas/Semester

:   4 (Empat) / 1 (Gazal)

Tema

:   Berbagai Pekerjaan (Tema 4)

Sub Tema

:   Pekerjaan Orangtuaku (Sub Tema 3)

Daring Ke

:

 15

Alokasi waktu

:

 4 X 35 menit

 

A.   TUJUAN PEMBELAJARAN

 

1.        Setelah membaca teks tentang pengrajin kayu, siswa mampu mengidentifikasi jenis pekerjaan terkait sosial budaya di wilayahnya dengan rinci.

2.        Setelah membaca dongeng ‘Tupai dan Ikan Gabus’, siswa mampu mendeskripsikan penilaian cerita secara lisan dan tulisan dengan detail.

3.        Setelah berdiskusi, siswa mampu menuliskan contoh kegiatan sebagai upaya pencegahan langkanya sumber daya alam dalam kehidupan sehari-hari dengan tepat.

 

B.    KEGIATAN PEMBELAJARAN 

(Kolaborasi  Pemikiran Ki Hajar Dewantara dengan Budaya Siwaliparriq)

   

          I. Kegiatan Pendahuluan

 

1.    Siswa menyiapkan media pembelajaran dibantu oleh keluarga (*Siwaliparriq)

2.    Siswa menjawab salam yang diucapkan oleh guru, selanjutnya guru menyapa wali murid melalui Classroom Intergrasi Google Meet atau WA Group (**pemikiran KHD”menuntun”)

3.    Guru menanyakan kabar siswa dan membimbing siswa untuk berdo’a *

4.    Siswa diingatkan untuk mengisi daftar hadir online,dan bagi siswa yang tidak bisa bergabung guru mengarahkan wali murid untuk membuat Voice Note bahwa anaknya siap mengikuti pembelajaran**

5.    Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dengan menggunakan di Google Meet  integrase Classroom, atau Voice Note *

 

II. Kegiatan Inti

 

  1. Guru membuka pembelajaran dan mengondisikan kelas**

 

  1. Siswa menyimak materi di Classroom  tentang jenis pekerjaan terkait sosial budaya di wilayahnya**

****

  1. Melalui motivasi dari guru, Peserta didik dengan pendampingan orang tua mengajukan pertanyaan tentang materi jenis pekerjaan terkait sosial budaya di wilayahnya*

 

  1. Guru membahas beberapa pertanyaan yang diajukan oleh siswa di GM, atau di forum chat Classroom/WAG*

 

  1. Siswa menyimak video pembelajaran tentang penilaian cerita secara lisan dan tulisan*

 

  1. Guru melakukan tanya jawab tentang penilaian cerita secara lisan dan tulisan, siswa menjawab pertanyaan guru lewat virtual meeting  Google Meet, atau dengan rekaman voice note,
  2. Siswa mengerjakan soal pada pada buku tugas,  dan mengirimkan pekerjaannya dalam bentuk foto
  3. Siswa menyimak video materi dari classroom, tentang pencegahan langkanya sumber daya alam dalam kehidupan sehari-hari
  4. Siswa dibagi menjadi  5 kelompok belajar daring,
  5. Masing-masing kelompok mengidentifikasi sumber daya alam yang terdapat di lingkungannya
  6. Msing-masing kelompok belajar menyampaikan hasil identifikasinya
  7. Guru  dan siswa melakukan refleksi pembelajaran

 

III. Kegiatan Penutup

 

1.    Siswa mampu mengemukakan hasil belajar hari ini

2.    Guru memberikan penguatan dan kesimpulan

C. PENILAIAN

 

1.    Penilaian sikap dilaksanakan berdasarkan keaktifan berkomunikasi siswa  chat di Google Meet, Classroom atau Chat di WA, dan sikap menghargai ketika ada teman yang menyampaikan pendapat.

2.    Penilaian Pengetahuan Menggunakan tes tertulis  melalui Classroom atau WAG

3.    Penilaian keterampilan menggunakan teknik kinerja

 

Ket : * = Siwaliparriq

         ** = Pemikiran Ki Hajar Dewantara

 

Mengetahui

Kepala Sekolah

 

 

 

TALIB,S.Pd.,M.Pd.

NIP. 19680516 199103 1 013

 

Pekkabata,   Oktober  2020

Guru Kelas 4

 

 

 

ERNIWATI,S.Pd.,M.Si

NIP. 19730616 00312 2008

Lampiran Rancangan Skenario Merdeka Belajar di Classroom

 

Assalamu Alaikum, selamat pagi anak-anak.
Pagi ini kalian masih akan melakukan keterampilan kinerja praktik.

Yang akan kalian lakukan hari ini adalah :

Ø  Berdiskusi dengan orang tua tentang 5 benda yang akan kalian ukur panjangnya.

Ø  Setelah menentukan benda-benda apa saja yang akan diukur, tentukan alat ukur yang digunakan, selanjutnya, buatlah yel- yel  yang seru bersama  keluarga  dan  mulailah mengukur.

Jangan lupa untuk merekam atau foto kegiatan yang kalian lakukankan ya!

Nah untuk laporan kegiatan, kalian bisa berkreasi tetapi intinya harus mencantumkan hal-hal  berikut :

1.         Saya berdiskusi bersama ….

2.         Inilah bunyi yel-yel kami ….

3.         Dalam diskusi ini, yang paling banyak menyampaikan ide adalah ….

4.         Kami sepakat untuk memilih 5 benda yang akan diukur bersama- lama, yaitu :

a.           ...

b.           ...

c.           ...

d.           ...

e.           ...

 5.   Kami memilih ke 5 benda tersebut karena....

 6.   Alat ukur yang di gunakan adalah....

 7.   hasil pengukurannya adalah ... yang saya bulatkan menjadi :

  a....

  b...

  c...

  d...

  e...

   8.   Kesulitan yang saya hadapi (jika ada)

9.   Perasaan saya  belajar bersama.....(ibu, ayah,kakak, atau siapa) hari ini  

      sangat...

10.  Yang sangat saya sukai adalah pada saat....

11.  Saya mengharapkan...Untuk pelajaran berikutnya

 

Setelah semua selesai, peluk dan salim orang tua, kakak, atau siapa saja yang menemani kalian belajar hari ini, dan ucapkan terimakasih.

Selamat belajar, selamat bersenang-senang sayang.

Tetap jaga kesehatan,

Rajin cuci tangan, jaga jarak dan harus pakai masker/face shield jika kalian keluar rumah.

Jangan lupa bahagia.

*Tulislah

  بسم الله الرحمن الرحيم   dan

  ٱلْØ­َÙ…ْدُ Ù„ِÙ„َّٰÙ‡ِ رَبِّ ٱلْعَالَÙ…ِينَ

 

Lampiran Instrumen Peniaian

1.            Penilaian Proses

D.   Penlaian proses, pengamatan aktivitas siswa dalam kelompok dan selama proses pembelajaran dengan menggunakan tabel observasi aktivitas.

A.    Bekerja sama dalam kelompok/ keluarga di rumah ( Siswaliparriq)

B.     Memberikan sumbang saran/ ide dalam kelompok  (Kolaborasi)

C.     Menerima saran dan kritik untuk perbaikan dan

D.    Cepat melaksanakan / menyelesaikan tugas.

No

Nama Murid

Aktivitas Murid

A

B

C

D

Ya

Tidak

Ya

Tidak

Ya

Tidak

Ya

Tidak

1.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1.            Penilaian Keterampilan

No

Aspek yang diamati

Nilai

1

2

3

4

1.

Keaslian Ide

 

 

 

 

2.

Pengetahuan yang mendukung

 

 

 

 

3.

Alat dan bahan yang digunakan

 

 

 

 

4.

Cara pembuatan

 

 

 

 

5.

Penampilan produk

 

 

 

 

6.

Manfaat Produk

 

 

 

 

 

Jumlah

 

 

 

 

 

Skor maksimum

24

 

 

 

 

Kolom nilai diisi dengan nilai yang sesuai

1 = kurang

2  = sedang

3 = baik

4 = amat baik

 

Lampiran

Rancangan Aksi Nyata : 

https://lms20-gp.simpkb.id/draftfile.php/40499/user/draft/897715187/Rancangan%20Aksi%20Nyata.pdf

Tindakan Aksi Nyata

https://lms20-gp.simpkb.id/draftfile.php/40499/user/draft/897715187/Aksi%20Nyata.pdf

Pertemuan dengan Kasek

https://youtu.be/jBabmripzD4

 

Testimoni Murid

https://youtu.be/ZKTkNexUH1A