“Pengelolaan Program yang Berdampak pada Murid”
- Apa yang menarik bagi Anda setelah mempelajari
pengelolaan program yang berdampak pada murid?
Ans;
Yang menarik setelah memepelajari modul
ini adalah saya lebih memahami
bentuk-bentuk program sekolah, bisa mengidentifikasi tahapan membuat program yang
berdampak pada murid, memahami
proses perencanaan program sampai dengan pelaporan dengan menggunakan strategi
Monitoring, Evaluasi, Learning dan Reporting (MELR) dan mengidentifikasi
manajemen risiko dari sebuah program.
- Apa hal-hal baru yang Anda temukan dalam proses
pembelajaran tentang pengelolaan program yang berdampak pada murid?
Ans;
Hal-hal baru yang saya temukan adalah:
·
Bentuk-bentuk
program yang berdampak pada murid,
·
Membuat
program dengan menggunakan tahapan BAGJA,
· Cara
memonitor dan mengevaluasi program yang sudah dibuat dengan mempertimbangkan
manajemen risiko.
· Bentuk pelaporan dengan menggunakan
strategi MELR: Monitoring,
Evaluation, Learning, Reporting (Monitoring, Evaluasi Pembelajaran, Laporan).
a. 12 prinsip dasar (Kertsy Hobson) yang
dapat digunakan sebagai pedoman: Monitoring,
Evaluation (ME)
b. Dr Roger Greenaway seoarang ahli di bidang pelatihan guru dan sebagai fasilitator merancang kerangka kerja pembelajaran (Learning) melalui empat tingkat model. Keempat F adalah: 1. Fact (Fakta ): Catatan objektif tentang apa yang terjadi 2. Feeling (Perasaan): Reaksi emosional terhadap situasi 3. Finding (Temuan): Pembelajaran konkret yang dapat diambil dari situasi tersebut 4. Future (Masa Depan): Menyusun pembelajaran digunakan di masa depan
c. Laporan
( Reporting) gambaran
5 W 1H
Tujuan
Laporan
Pada
umumnya laporan digunakan untuk menyampaikan tujuan yang bersifat umum sebagai
berikut: 1) Memantau dan mengendalikan suatu kegiatan. 2) Membantu
mengimplementasikan kebijakan dan prosedur yang telah ditentukan 3) Memenuhi
persyaratan. 4) Mendokumentasikan kegiatan 5) Merupakan pedoman untuk persoalan
tertentu.
Selain
tujuan , terdapat juga fungsi dan strategi
pelaporan.
·
Manajemen
Risiko
Risiko
merupakan sesuatu yang memiliki dampak terhadap pencapaian tujuan organisasi.
beberapa tipe risiko di lembaga pendidikan, meliputi: 1) Risiko Strategis,
merupakan risiko yang berpengaruh terhadap kemampuan organisasi mencapai tujuan
2) Risiko Keuangan, merupakan risiko yang mungkin akan berakibat berkurangnya
aset 3) Risiko operasional, merupakan risiko yang berdampak pada kelangsungan
proses manajemen 4) Risiko pemenuhan, merupakan risiko yang berdampak pada
kemampuan proses dan prosuderal internal untuk memenuhi hukum dan peraturan
yang berlaku 5) Risiko Reputasi, merupakan risiko yang berdampak pada reputasi
dan merek lembaga. (Princewatercoper, 2003)
Apabila
semua sekolah dapat menerapkan manajemen risiko maka setiap kerugian akan dapat
diminimalisir. Adapun tahapan manajemen risiko adalah sebagai berikut:
a)
identifikasi jenis risiko, b) pengukuran risiko, c) melakukan strategi dalam
pengendalian risiko d) melakukan evaluasi terus-menerus, maju dan berkelanjutan.
- Perubahan apa yang akan Anda lakukan setelah memahami
atau mempelajari materi ini?
Ans;
Saya akan melakukan hal-hal berikut
·
Membuat program yang berpihak pada murid dengan memberdayakan aset sekolah
·
Merancang
program dengan menggunakan tahapan BAGJA,
· Melakukan
Monitoring dan mengevaluasi program yang sudah dibuat berdasarkan 12 prinsip dasar ME
· Menyusun pelaporan dengan menggunakan strategi MELR: Monitoring, Evaluation, Learning, Reporting (Monitoring, Evaluasi Pembelajaran, Laporan).
- Melakukan Identifkasi Risiko untuk Program yang akan dilaksanakan di sekolah.